HUBUNGAN GLIKEMIK VARIABILITY INDEX TERHADAP LUARAN KLINIS PASIEN GAGAL JANTUNG DENGAN DAN TANPA PNEUMONIA: SEBUAH STUDI KOHORT PROSPEKTIF = IMPACT OF GLICEMIC VARIABILITY INDEX ON CLINICAL OUTCOMES OF HEART FAILURE PATIENTS WITH AND WITHOUT PNEUMONIA : A PROSPECTIVE COHORT STUDY


FAUZI, AKHMAD (2025) HUBUNGAN GLIKEMIK VARIABILITY INDEX TERHADAP LUARAN KLINIS PASIEN GAGAL JANTUNG DENGAN DAN TANPA PNEUMONIA: SEBUAH STUDI KOHORT PROSPEKTIF = IMPACT OF GLICEMIC VARIABILITY INDEX ON CLINICAL OUTCOMES OF HEART FAILURE PATIENTS WITH AND WITHOUT PNEUMONIA : A PROSPECTIVE COHORT STUDY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
C165202007-gWhkbKHZmpJUq9ja-20250626174343.jpg

Download (374kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C165202007-1-2.pdf

Download (299kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C165202007-dp.pdf

Download (184kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
C165202007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 May 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

AKHMAD FAUZI. Hubungan Glikemik Variability Index Terhadap Luaran Klinis Pasien Gagal Jantung Dengn dan Tanpa Pneumonia: Sebuah Studi Kohort Prospektif (dibimbing oleh Peter Kabo, Pendrik Tandean, Aussie F. Ghaznawie, Irawaty Djaharuddin, Andi Alfian Zainuddin ). Latar Belakang: Gagal jantung merupakan masalah kesehatan utama di Asia dengan prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan negara Barat. Pasien gagal jantung berisiko mengalami komplikasi infeksi seperti pneumonia yang berdampak pada perburukan luaran klinis. Variabilitas glikemik (GV) diketahui meningkatkan risiko mortalitas dan kejadian kardiovaskular, bahkan pada individu tanpa diabetes. Namun, data mengenai hubungan GV dengan luaran klinis pada pasien gagal jantung dengan dan tanpa pneumonia masih terbatas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara indeks variabilitas glikemik (Glycemic Variability Index/GVI) terhadap luaran klinis pasien gagal jantung dengan dan tanpa pneumonia. Metode: Penelitian ini merupakan studi kohort prospektif yang dilakukan di Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada bulan Oktober–Desember 2025. Subjek adalah pasien rawat inap dengan diagnosis gagal jantung yang diobservasi hingga 30 hari pasca rawat jalan. Data karakteristik, nilai GV, dan luaran klinis (lama perawatan, penggunaan ventilator, mortalitas, readmisi 30 hari, dan All-MACE) dianalisis dan dibandingkan antara kelompok pneumonia dan non-pneumonia. Hasil: Lama perawatan lebih panjang pada kelompok pneumonia (p = 0,003). Penggunaan ventilator dan mortalitas lebih tinggi pada kelompok pneumonia secara signifikan (p = 0,045 dan p = 0,044). GV, yang dinilai dari koefisien variasi (CoV), lebih tinggi pada pasien pneumonia meskipun tidak signifikan. CoV yang lebih tinggi berkorelasi signifikan dengan readmisi (p = 0,048), penggunaan ventilator (p = 0,056), mortalitas (p = 0,037), dan All-MACE (p = 0,008). Pasien dengan GV tinggi (CoV >21%) memiliki lama perawatan lebih panjang (p = 0,006) dan lebih banyak memerlukan ventilator (p = 0,012). Simpulan: Variabilitas glikemik yang tinggi berkaitan dengan luaran klinis yang lebih buruk pada pasien gagal jantung, terutama pada mereka yang juga mengalami pneumonia. Indeks GV dapat menjadi indikator prognostik penting dalam penatalaksanaan pasien gagal jantung. Kata kunci: Gagal jantung, pneumonia, variabilitas glikemik, glycemic variability index, koefisien variasi, luaran klinis.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Gagal jantung, pneumonia, variabilitas glikemik, glycemic variability index, koefisien variasi, luaran klinis.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS - Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 16 Dec 2025 06:00
Last Modified: 16 Dec 2025 06:00
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51591

Actions (login required)

View Item
View Item