PATANDIANAN, FILIANMI DYOSPAMA (2025) PROGNOSTIC VALUE OF SODIUM, OSMOLALITY, AND KIDNEY FUNCTION IN ADMISSION AND PRE-DISCHARGE AS PREDICTOR OF REHOSPITALIZATION IN 90 DAYS IN PATIENTS WITH REDUCED EJECTION FRACTION AT CARDIAC CENTRE WAHIDIN SUDIROHUSODO HOSPITAL. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C165202004-g9LiB2mDjRt1QI5z-20250626172910.png
Download (125kB) | Preview
C165202004-1-2.pdf
Download (524kB)
C165202004-dp.pdf
Download (189kB)
C165202004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 May 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Parameter Natrium, Osmolalitas, dan Fungsi Ginjal saat Admisi dan Pre- Discharge sebagai Prediktor Prognostik Re-Hospitalisasi Jangka 90 Hari pada Pasien Gagal Jantung dengan Fraksi Ejeksi Menurun di Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Filianmi Dyospama Patandianan, Akhtar Fajar Muzakkir, Idar Mappangara, Yulius Patimang, Andi Alfian Zainuddin Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dua faktor, yaitu status volume yang digambarkan natrium dan osmolalitas sebagai turunannya, dan status fungsi ginjal yaitu kreatinin dan konversinya yaitu eGFR, sebagai faktor rehospitalisasi pasien gagal jantung kongestif dalam 90 hari Metode: Pasien yang masuk dalam data HF Registry pada Maret hingga Juli 2023, dan memenuhi faktor inklusi dan ekslusi serta memiliki data lengkap admisi dan pre-discharge, dimasukkan dalam penelitian. Nilai osmolalitas dan eGFR dihitung berdasarkan data yang ada. Pasien yang masuk penelitian dihubungi 90 hari lagi untuk mengetahui status rehospitalisasi. Penentuan cut-off digunakan menggunakan ROC curve yang dikombinasikan dengan Youden Index untuk menemukan nilai cut-off yang optimal. Cut-off yang ada dihubungkan dengan status rehospitalisasi menggunakan Chi-Square test. Analisa CART digunakan untuk membangun model prediksi berdasarkan parameter-parameter yang telah dianalisis sebelumnya Hasil: 108 pasien dimasukkan dalam penelitian dengan rerata usia pasien adalah 56,94 tahun, dan 77 orang (71,3%) adalah laki-laki. Uji ROC Curve mendapatkan bahwa empat hal menjadi prediktor dalam rehospitalisasi, yaitu hiponatremia (cut- off < 135,5 mmol/L), osmilalitas tinggi (cut-off ≥ 296,6 mOsm/kg), kreatinin tinggi (cut-off ≥ 1,3 mg/dL), dan eGFR rendah (cut-off < 49,5 mL/min/1,73 m2) dengan nilai pada admisi [OR = 6.778 (95% CI: 2.633 - 17.448); OR = 45; OR = 4.857 (95% CI: 1.925 - 12.259); OR = 17.68 (95% CI: 3.724 - 83.941)] maupun pre-discharge [OR = 12.143 (95% CI: 2.499 - 58.993); OR = 6.1 (95% CI: 2.368 - 15.713); OR = 3.6 (95% CI: 1.516 - 8.551); OR = 3.913 (95% CI: 1.604 - 9.545)]. Namun nilai AUC < 80% dan nilai spesifisitas rendah. Model CART yang menggabungkan keempat parameter admisi dan pre-discharge mendapatkan osmolalitas admisi adalah prediktor terkuat dengan AUC tinggi 90,7%. Faktor komorbid yang berpengaruh hanyalah CKD (p = 0,002) dan riwayat penggunaan obat gagal jantung tidak berpengaruh pada tingkat rehospitalisasi Kesimpulan: Faktor-faktor seperti natrium dan kreatinin, serta nilai turunan yaitu osmolalitas dan eGFR berpengaruh kuat sebagai prediktor rehospitalisasi. Dan memasukkan parameter saat admisi dan pre-discharge memperkuat parameter prediktor
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | gagal jantung kongestif, rehospitalisasi, admisi, pre-discharge, natrium, kreatinin, osmolalitas, eGFR |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 05:24 |
| Last Modified: | 16 Dec 2025 05:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51587 |
