YANTI, DWI (2025) PERBANDINGAN PARAMETER CARDIOVASCULAR AUTONOM NEUROPATHY (CAN) DAN SYMPATHETIC SKIN RESPONSE (SSR) PADA PASIEN DM TIPE 2 DENGAN DSPN (DISTAL SYMMETRICAL POLINEUROPATHY) DAN TANPA DSPN = COMPARISON OF CARDIOVASCULAR AUTONOMOUS NEUROPATHY (CAN) PARAMETERS AND SYMPATHETIC SKIN RESPONSE (SSR) IN TYPE 2 DM PATIENTS WITH AND WITHOUT DSPN (DISTAL SYMMETRICAL POLINEUROPATHY). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C155211014-5Knkj4MiflRgUbhW-20250526091035.jpg
Download (458kB) | Preview
C155211014-1-2.pdf
Download (708kB)
C155211014-dp.pdf
Download (719kB)
C155211014-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) seringkali menyebabkan komplikasi neurologis, terutama Distal Symmetrical Polyneuropathy (DSPN) dan Diabetic Autonomic Neuropathy (DAN). DAN dapat bermanifestasi sebagai Cardiovascular Autonom Neuropathy (CAN) maupun disfungsi sudomotor, yang keduanya berkontribusi terhadap meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas. DSPN diketahui dapat meningkatkan risiko perkembangan CAN, namun deteksi dini saat ini masih menjadi tantangan karena memiliki prosedur yang kompleks. Dengan melakukan analisis komparatif antara parameter CAN dan SSR pada pasien DMT2 dengan dan tanpa DSPN berpotensi memberikan wawasan yang dapat mendukung diagnosis dini dan meningkatkan efektivitas intervensi terhadap disfungsi otonom. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo Makassar pada pasien DMT2 dengan dan tanpa DSPN selama periode Januari hingga Maret 2025. Perbandingan parameter CAN dan SSR dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, uji t, dan uji Chi-square. Hasil. Sebanyak 36 pasien DMT2 diikutkan dalam penelitian, terdiri dari 18 subjek dengan DSPN dan 18 tanpa DSPN. Analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan pada parameter CAN berupa respons denyut jantung terhadap posisi berdiri (p=0,038) dan respons sistolik terhadap berdiri (p=0,029). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada parameter CAN lainnya. Pada pemeriksaan SSR, baik amplitudo maupun latensi tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada area plantar dan palmar, tetapi jumlah respons yang hilang (non-evoked) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan. Respons denyut jantung dan tekanan sistolik terhadap berdiri menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pasien DMT2 dengan dan tanpa DSPN. Selain itu, hilangnya respons SSR (non-evoked) juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | DMT2, DSPN, CAN, Sympathetic Skin Response (SSR) |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Saraf |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 03:11 |
| Last Modified: | 16 Dec 2025 03:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51584 |
