HUBUNGAN ANTARA DISFUNGSI OTONOM DAN SEVERITAS PENYAKIT PARKINSON = CORRELATION BETWEEN AUTONOMIC DYSFUNCTION AND SEVERITY OF PARKINSON’S DISEASE


LATUCONSINA, VIRZA CHAIRUNNISA (2025) HUBUNGAN ANTARA DISFUNGSI OTONOM DAN SEVERITAS PENYAKIT PARKINSON = CORRELATION BETWEEN AUTONOMIC DYSFUNCTION AND SEVERITY OF PARKINSON’S DISEASE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
C155211011-4KmSYezWPGVIHfUt-20250523085016.jpg

Download (319kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C155211011-1-2.pdf

Download (631kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C155211011-dp.pdf

Download (920kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
C155211011-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 May 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Penyakit Parkinson (PP) merupakan gangguan neurodegeneratif yang ditandai dengan degenerasi neuron, terutama di ganglia basalis dan terjadi kehilangan dopamin. Selain gejala motorik, pasien PP sering mengalami disfungsi otonom yang memengaruhi sistem kardiovaskular, gastrointestinal, saluran kemih, dan sistem lainnya, dimana secara signifikan mempengaruhi tingkat keparahan penyakit dan kualitas hidup. Deteksi dini sangat penting untuk manajemen yang efektif. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara disfungsi otonom dan tingkat keparahan Penyakit Parkinson. Metode: Studi potong lintang dilakukan di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Indonesia. Disfungsi otonom dinilai menggunakan kuesioner SCOPA-AUT dan berbagai tes fungsi otonom, sementara tingkat keparahan PP dievaluasi menggunakan Parkinson’s Disease Composite Scale (PDCS). Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis korelasi antara disfungsi otonom dan keparahan PP. Hasil: 20 pasien PP direkrut. Ditemukan korelasi signifikan antara disfungsi otonom dan keparahan PP. SCOPA-AUT sangat berkorelasi dengan komponen motorik dari PDCS (p= 0.6879; r =0.0008). Tes fungsi otonom, termasuk tes cold pressor, menunjukkan korelasi signifikan dengan komponen motorik (p=0.0276; r =-0.4918). SSR berkorelasi dengan latensi palmar kanan (p= 0.0410; r=0.5195) dan amplitudo plantar kanan (p=0.0269; r=0.6760). Amplitudo plantar kiri berkorelasi dengan komponen non-motor (p=0.0341; r=-0.6514). Penurunan SSR berkorelasi dengan disabilitas, terutama amplitudo palmar kanan dan kiri (p=0.0179; r=0.5769; p=0.0298; r=0.5467). Temuan ini menunjukkan bahwa disfungsi otonom secara signifikan memengaruhi keparahan PP pada berbagai domain. Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa disfungsi otonom, yang dinilai dengan SCOPA-AUT dan tes fungsi otonom secara signifikan berkorelasi dengan tingkat keparahan PP. Deteksi dini dan penilaian komprehensif sangat penting untuk meningkatkan manajemen penyakit dan hasil bagi pasien.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Penyakit Parkinson, Disfungsi Otonom, SCOPA-AUT, PDCS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Saraf
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 16 Dec 2025 03:10
Last Modified: 16 Dec 2025 03:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51583

Actions (login required)

View Item
View Item