A.MUHADIR, MUHAMMAD WUDY ROWAN SYAFAAH (2025) PERBANDINGAN FUNGSI OTONOM MELALUI HEART RATE VARIABILITY PADA MIGRAIN DAN TENSION TYPE HEADACHE FASE IKTAL DAN INTERIKTAL = AUTONOMIC FUNCTION COMPARISON VIA HEART RATE VARIABILITY OF MIGRAINE AND TENSION TYPE HEADACHE IN ICTAL AND INTERICTAL PHASES. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C155211008-DKlGeFETPWQ7gSdz-20250623093022.jpg
Download (285kB) | Preview
C155211008-1-2.pdf
Download (616kB)
C155211008-dp.pdf
Download (1MB)
C155211008-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 June 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Migrain dan tension-type headache (TTH) adalah gangguan nyeri kepala primer yang paling umum yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Kedua kondisi ini melibatkan mekanisme patofisiologi yang kompleks dengan bukti yang berkembang menunjukkan bahwa disfungsi sistem saraf otonom memainkan peran penting. Heart Rate Variability (HRV) menyediakan metode non- invasif untuk menilai fungsi otonom, yang berpotensi mengungkap pola yang berbeda antara jenis nyeri kepala ini selama fase yang berbeda. Metode: Dalam penelitian observasional cross-sectional ini, 50 subjek (25 dengan migrain, 25 dengan TTH) berusia 18-59 tahun direkrut dari poliklinik neurologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan rumah sakit jejaring pendidikan dari Maret hingga April 2025. HRV diukur menggunakan sensor Polar H10 chest strap yang terhubung dengan aplikasi smartphone Elite HRV selama 5 menit pada fase iktal dan interiktal. Parameter HRV termasuk RMSSD, PNS Index, SNS Index, dan Mean RR interval dianalisis menggunakan software Kubios HRV Scientific dan dibandingkan antar kelompok menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil: Selama fase iktal, pasien migrain menunjukkan PNS Index yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pasien TTH (0,25 ± 3,21 vs -1,14 ± 0,99, p=0,011), menunjukkan dominasi parasimpatis relatif selama serangan migrain. Pada fase interiktal, Mean RR interval secara signifikan lebih pendek pada pasien migrain dibandingkan pasien TTH (611,76 ± 207,14 ms vs 758,00 ± 115,65 ms, p=0,004), menunjukkan disfungsi otonom yang persisten. SNS Index secara konsisten lebih tinggi pada pasien TTH di kedua fase, meskipun tidak mencapai signifikansi statistik selama perbandingan fase individual. Kesimpulan: Migrain dan TTH menunjukkan profil otonom yang berbeda melalui analisis HRV. Migrain menunjukkan perubahan otonom yang dinamis dengan kompensasi parasimpatis selama serangan dan takikardia persisten selama periode interiktal, sedangkan TTH menunjukkan dominasi simpatis yang konsisten. Temuan ini mendukung mekanisme patofisiologi yang berbeda dan menunjukkan potensi untuk pendekatan terapeutik yang menargetkan otonom yang spesifik untuk setiap jenis nyeri kepala.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | migrain; tension-type headache; heart rate variability; disfungsi otonom; sistem saraf parasimpatis; sistem saraf simpatis; iktal; interiktal. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Saraf |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 02:59 |
| Last Modified: | 16 Dec 2025 02:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51580 |
