KAJIAN KOLEKSI KERAMIK DI MUSEUM LA GALIGO MAKASSAR = STUDY OF THE CERAMIC COLLECTION AT THE LA GALIGO MUSEUM MAKASSAR


MUTMAINNAH, MUTMAINNAH (2025) KAJIAN KOLEKSI KERAMIK DI MUSEUM LA GALIGO MAKASSAR = STUDY OF THE CERAMIC COLLECTION AT THE LA GALIGO MUSEUM MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F071211018-Cover.jpg

Download (327kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F071211018-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (249kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F071211018-dp(FILEminimizer).pdf

Download (71kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F071211018-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 7 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Mutmainnah.Kajian Koleksi Keramik Di Museum La Galigo Makassar (dibimbing oleh Erwin Mansyur Ugu Saraka) Keramik merupakan salah satu tinggalan kebudayaan manusia yang bersifat bendawi dengan keberadaannya yang hampir universal, keramik menjadi benda yang memiliki peran bagi arkeolog dalam melakukan studi tentang masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan seni bentuk ragam hias dan menjelaskan makna motif ragam hias pada koleksi keramik di Museum La Galigo Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui studi pustaka, survei lapangan yang dilanjutkan dengan Tahap analisis data dengan menggunakan pendekatan morfologi dan kajian ragam hias untuk menggali struktur bentuk serta kandungan makna simbolik pada motif keramik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keramik memiliki beberapa morfolofi (bentuk) seperti piring, mangkok, buli-buli, balubu, baskom besar, cangkir, cepuk, cerek, botol, guci, kendi, sendok, sloki, tempayan dan talenan. Adapun motif hias dan maknanya pada wadah keramik diantaranya motif (Bunga Peoni yang sering disebut sebagai “raja bunga” di Tiongkok, melambangkan kemakmuran, kekayaan dan kehormatan, bunga krisan yang dikenal sebagai simbol musim gugur memiliki makna umur panjang dan ketenangan dalam budaya Tiongkok. Salah satu dari “Empat tuan” dalam seni Tiongkok. Bunga Krisan sering muncul pada keramik, mewakili kesederhanaan dan keanggunan, tumbuhan daun pada keramik melambangkan kehidupan, pertumbuhan, dan kesuburan. Daun sering dipakai sebagai elemen dekoratif yang memberikan makna lebih pada keramik, mencerminkan kedekatan manusia dan alam. Bunga Teratai dianggap sebagai simbol keutuhan, dan dimasyarakat cina teratai dianggap sebagai keberuntungan serta melambangkan kehormatan. Selain itu teratai menggambarkan seseorang yang jujur dan terhormat. Bunga Matahari pada keramik sering kali melambangkan kehidupan, energi, dan kekuatan. Dalam kebudayaan jepang, matahari dipandang sebagai simbol kebangsaan dan sering dijadikan elemen hiasan pada keramik, dengan menggambarkan kesemangatan dan kepercayaan, dan Bunga Lotus salah satu simbol Buda yang berarti suci dan indah meskipun tumbuh dirumput yang kotor sekalipun dan juga dipandang sebagai simbol dari bulan Juli, musim panas, kemakmuran dan kesuburan). Motif Geometris (Swastika simbol Buddhist atau budaya Tiongkok, bukan simbol politik modern, dan melambangkan keberuntungan, keabadian, dan harmoni, titik-titik, dan maender). Motif Manusia pada keramik bukan semata-mata berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga mengandung simbolisme yang merefleksikan budaya, kepercayaan serta nilai-nilai sosial masyarakat. Motif fauna (Naga dalam budaya Tiongkok naga justru dianggap sebagai simbol keberuntungan, pengendali cuaca, terutama hujan, serta pelindung spiritual yang agung. Binatang Qilling simbol yang penuh makna dalam budaya Tiongkok, mewakili keutamaan, kedamaian, dan kemakmuran. Qilin digambarkan sebagai makhluk suci berwujud campuran berkepala naga, tubuh rusa, sisik ikan, dan ekor ix lembu dan dipercaya hanya muncul di zaman pemerintahan bijak atau ketika tokoh agung seperti Konfusius lahir. Oleh karena itu, dalam tradisi Tiongkok, qilin dianggap sebagai pertanda langka dari kemunculan kebajikan, kebenaran, dan kedamaian, Motif Ikan dalam keramik tidak sekadar sebagai unsur dekoratif, melainkan sebagai simbol doa untuk kesejahteraan, kekayaan, dan keberuntungan dalam kehidupan. Motif Siput sebagai simbol kesabaran, ketenangan, dan pertumbuhan yang lambat namun pasti. Gerakan siput yang perlahan mencerminkan prinsip keharmonisan dengan alam dan pentingnya ketekunan dalam mencapai tujuan, yang sejalan dengan nilai-nilai dalam filsafat Daoisme dan Buddhisme yang menekankan kesabaran, keseimbangan, dan keharmonisan, dan Motif Belalang dalam budaya Tiongkok dan Asia Timur secara umum, belalang sering diasosiasikan dengan kesuburan, kelimpahan, dan semangat hidup. Hal ini disebabkan oleh karakteristik belalang yang berkembang biak dengan cepat dan hidup dalam kelompok besar di musim tertentu. Oleh karena itu, belalang menjadi simbol harapan akan hasil panen yang berlimpah dan kehidupan yang penuh energi), yang mempresentasikan karakteristik motif hias pada koleksi keramik di Museum La Galigo Makassar.

Keyword : Keramik, Morfologi, Motif Ragam Hias, Makna, Museum La Galigo.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ceramics, Morphology, Decorative Motifs, Meaning, La Galigo Museum.
Subjects: P Language and Literature > PQ Romance literatures
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Arkeologi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 16 Dec 2025 02:57
Last Modified: 16 Dec 2025 02:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51577

Actions (login required)

View Item
View Item