ANALISIS LUARAN KLINIS DAN RADIOLOGIS PASCA PEMBEDAHAN POSTERIOR SATU TAHAP PADA PASIEN SPONDILITIS TUBERKULOSIS DENGAN DEFORMITAS KIFOSIS = ANALYSIS OF CLINICAL AND RADIOLOGICAL OUTCOME POST SINGLE-STAGE POSTERIOR-ONLY CORRECTION SURGERY OF KYPHOTIC DEFORMITY IN SPINAL TUBERCULOSIS PATIENTS


ALI, ARDIANTO ARSADI (2025) ANALISIS LUARAN KLINIS DAN RADIOLOGIS PASCA PEMBEDAHAN POSTERIOR SATU TAHAP PADA PASIEN SPONDILITIS TUBERKULOSIS DENGAN DEFORMITAS KIFOSIS = ANALYSIS OF CLINICAL AND RADIOLOGICAL OUTCOME POST SINGLE-STAGE POSTERIOR-ONLY CORRECTION SURGERY OF KYPHOTIC DEFORMITY IN SPINAL TUBERCULOSIS PATIENTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
C145202005-7aRHgbkLTwKsly4j-20250625154207.png

Download (80kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C145202005-1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C145202005-dp.pdf

Download (404kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
C145202005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, dengan estimasi sekitar 2 miliar orang terinfeksi di seluruh dunia. Keterlibatan tulang belakang mencakup sekitar 15% dari kasus TB ekstra-paru dan sering dikaitkan dengan sekuela seperti deformitas kifotik progresif, gangguan neurologis, dan nyeri kronis. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi luaran klinis dan radiologis setelah tindakan pembedahan posterior satu tahap pada pasien spondilitis tuberkulosis. Metode: Pasien dengan diagnosis spondilitis tuberculosis, yang ditegakkan melalui evaluasi klinis dan modalitas diagnostik penunjang, diikutsertakan dalam studi ini. Semua pasien menjalani prosedur pembedahan posterior satu tahap yang mencakup debridemen transpedikular, osteotomi kolom posterior, dan instrumentasi posterior segmen panjang. Penilaian radiografik deformitas kifotik dilakukan dengan pengukuran sudut Cobb pada radiograf lateral tulang belakang. Status neurologis dievaluasi menggunakan Skala Impairmen ASIA (American Spinal Injury Association), sedangkan disabilitas fungsional diukur menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Penilaian klinis dan radiologis pascaoperasi dilakukan pada evaluasi akhir setelah 6 bulan. Hasil & Diskusi: Sebanyak 31 pasien (rata-rata usia: 40,8 tahun; rata-rata durasi gejala: 7,5 bulan) diikutsertakan. Daerah torakolumbal, khususnya T12, merupakan lokasi yang paling sering terlibat. Pada evaluasi akhir (6 bulan pascaoperasi), skor ODI menunjukkan perbaikan signifikan dari rerata praoperatif 68,13 menjadi 26,32 (p < 0,001), dan fungsi neurologis menunjukkan perbaikan signifikan berdasarkan penilaian ASIA (p < 0,001). Rata-rata sudut kifotik berkurang dari 30,71° sebelum operasi menjadi 10,31° segera setelah operasi (p < 0,001), dengan kehilangan koreksi yang minimal setelah 6 bulan (kenaikan rata-rata: 0,54°). Pendekatan posterior satu tahap menjadi akses yang efisien untuk dekompresi, debridemen, koreksi deformitas, dan stabilisasi. Debridemen transpedikular memungkinkan debridemen kolom anterior dan dekompresi medula spinalis tanpa memerlukan akses anterior, sehingga mengurangi morbiditas bedah. Ketika dikombinasikan dengan osteotomi kolom posterior dan instrumentasi segmen panjang, teknik ini memungkinkan koreksi deformitas yang efektif dan stabilitas biomekanik. Regimen farmakologis antituberkulosis yang komprehensif tetap penting untuk pengendalian infeksi, mendukung fusi, dan mencegah kekambuhan. Kombinasi strategi bedah dan medis ini menjadi dasar dari luaran terapi yang optimal. Kesimpulan: Koreksi posterior satu tahap merupakan modalitas bedah yang aman dan efektif untuk penanganan deformitas kifotik akibat tuberkulosis tulang belakang. Teknik ini memberikan hasil klinis dan radiografik yang menjanjikan dan patut dipertimbangkan sebagai metode yang digunaka, namun pemilihan teknik bedah tetap disesuaikan dengan pertimbangan klinis, keahlian bedah, dan ketersediaan sumber daya.ALI

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Oswestry Disability Index (ODI), Skala ASIA (American Spinal Injury Association), deformitas kifotik, tuberkulosis tulang belakang, pendekatan posterior-only, debridement transpedikular, koreksi deformitas
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Orthopedi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 16 Dec 2025 02:46
Last Modified: 16 Dec 2025 02:46
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51571

Actions (login required)

View Item
View Item