NOOR, ACHWAN RAMADHAN (2025) GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN SINDROM OBSTRUKSI PASCA TUBERKULOSIS DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MAKASSAR = Overview of Quality of Life in Post-Tuberculosis Obstruction Syndrome Patients at the Makassar Lung Health Center. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
R021211039-32q9D8kSfGwzMihF-20250603095800.jpg
Download (889kB) | Preview
R021211039-1-2.pdf
Download (239kB)
R021211039-DP.pdf
Download (140kB)
R021211039-FULLL.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Setelah sembuh dari TB, banyak orang masih mengalami gejala sisa yang berdampak pada kesehatan mereka. Salah satu gejala sisa yang paling umum adalah gangguan fungsi paru-paru, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan gejala lain yang mirip dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Kondisi ini dikenal sebagai Sindrom Obstruksi Pasca Tuberkulosis (SOPT). Kualitas hidup pasien dengan SOPT sering kali terpengaruh oleh gejala yang mereka alami. Penurunan aktivitas fisik dan keterbatasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari menjadi masalah utama bagi pasien. Penelitian menunjukkan bahwa pasien TB memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan populasi umum, dengan penurunan signifikan dalam kemampuan untuk melakukan aktivitas seharihari. Jumlah kasus SOPT di Balai Besar Kesehatan Paru Makassar mengalami peningkatan yang cukup signifikan tahun 2023 ke tahun 2024. Pada tahun 2023, tercatat 911 kasus, dengan rincian 68 pasien rawat inap dan 843 pasien rawat jalan. Namun, pada tahun 2024, jumlah kasus melonjak menjadi 1956, di mana 157 pasien dirawat inap dan 1799 pasien menjalani perawatan jalan. Peningkatan sebesar 114.76% ini mengindikasikan adanya masalah serius yang perlu segera ditangani, seperti faktor risiko gaya hidup yang tidak sehat dan perlu adanya upaya pencegahan yang lebih intensif. Tujuan. Diketahuinya gambaran kualitas hidup pasien SOPT di Balai Besar Kesehatan Paru Makassar. Metode. Desain penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kualitas hidup pasien SOPT di Balai Besar Kesehatan Paru Makassar. Subjek dari penelitian ini menggunakan Non- Probability Sampling dengan teknik Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini bejumlah 88 pasien SOPT di Balai Besar Kesehatan Paru Makassar, lalu dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner. Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien SOPT dominan pada kelompok usia dewasa Tengah (42%). Perempuan memiliki frekuensi lebih tinggi (55,7%) dibandingkan laki-laki (44,3%). Pekerjaan paling dominan Ibu Rumah Tangga (33%). Riwayat Merokok aktif dan pasif yang -masing-masing sama (31,8%). Skor St George Respiratory Questionnaire dengan kategori yang paling buruk (35,2%). Kesimpulan. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pasien SOPT di Balai Besar Kesehatan Paru Makassar memiliki kualitas yang sangat buruk.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sindrom Obstruksi Pasca Tuberkulosis, Kualitas Hidup |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Fisioterapi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 01:37 |
| Last Modified: | 16 Dec 2025 01:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51560 |
