Hubungan Intensitas Nyeri Insisi dan Aktivitas Fungsional pada Ibu Postpartum Sectio Caesarea di Kota Makassar = The Relationship Between Incisional Pain Intensity and Functional Activity in Postpartum Mothers After Caesarean Section in Makassar City.


RAHMAN, FIRA AULIA (2025) Hubungan Intensitas Nyeri Insisi dan Aktivitas Fungsional pada Ibu Postpartum Sectio Caesarea di Kota Makassar = The Relationship Between Incisional Pain Intensity and Functional Activity in Postpartum Mothers After Caesarean Section in Makassar City. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
R021211023-VqgGvpifwbnmaLDJ-20250522125459.jpg

Download (882kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
R021211023-1-2.pdf

Download (588kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
R021211023-dp.pdf

Download (218kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
R021211023-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 May 2027.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Sectio Caesarea (SC) merupakan metode persalinan yang dilakukan melalui tindakan pembedahan, dan seringkali menimbulkan nyeri insisi pasca operasi. Nyeri ini berpotensi mempengaruhi aktivitas fungsional ibu postpartum, seperti mobilitas, perawatan diri, dan aktivitas sehari-hari lainnya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas nyeri insisi dan aktivitas fungsional pada ibu postpartum SC di Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 85 ibu postpartum SC yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Visual Analog Scale (VAS) untuk mengukur intensitas nyeri dan Postpartum Functional Assessment Questionnaire (PFAQ). untuk menilai aktivitas fungsional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS. Hasil. Hasil uji Somers’d menunjukkan hasil pada mobilitas nilai signifikasi 0,001 (p<0.05), duduk 0,001 (p<0.05), bangun dari tempat tidur 0,001 (p<0.05), berjalan 0,001 (p<0.05), perawatan diri 0,001 (p<0.05), konsumsi makanan 0,001 (p<0.05), konsumsi cairan 0,001 (p<0.05), posisi tidur 0,001 (p<0.05), perawatan mulut 0,102 (p<0.05), pergi ke toilet 0,001 (p<0.05), perawatan 0,001 (p<0.05). Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri insisi dan sebagian besar aspek aktivitas fungsional ibu postpartum SC, kecuali pada aspek perawatan mulut. Hasil ini menunjukkan pentingnya manajemen nyeri dalam mendukung pemulihan fungsional pasca operasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Nyeri Insisi, Aktivitas Fungsional, Ibu Postpartum dan Sectio Caesarea (SC).
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Fisioterapi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 16 Dec 2025 01:23
Last Modified: 16 Dec 2025 01:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51554

Actions (login required)

View Item
View Item