FARIDH, MUHAMMAD MIFTHAH (2025) PERBANDINGAN HASIL FUNGSIONAL PADA PASIEN YANG MENGGUNAKAN KNEE LOCKING BRACE DAN BACK SLAB (KOCHER BACK SLAB) PASCA REKONSTRUKSI LIGAMEN CRUCIATUM ANTERIOR DI MAKASSAR = COMPARISON OF FUNCTIONAL OUTCOME IN PATIENT WITH KNEE BRACE AND BACK SLAB (KOCHER BACK SLAB) POST ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT RECONSTRUCTION IN MAKASSAR. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C145202004-387LmETUptGzWSMO-20250625164448.png
Download (81kB) | Preview
C145202004-1-2.pdf
Download (790kB)
C145202004-dp.pdf
Download (123kB)
C145202004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 April 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Pendahuluan: Rekonstruksi ligamen anterior cruciatum (ACL) merupakan prosedur pembedahan yang umum dilakukan untuk mengembalikan stabilitas dan fungsi lutut. Imobilisasi pascaoperasi dapat menggunakan knee locking brace atau back slab yang berpengaruh pada keberhasilan operasi. Penggunaan alat imobilisasi yang paling baik masih menjadi topik perdebatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode knee back slab atau knee locking brace memberikan hasil pemulihan fungsional yang lebih baik dalam rehabilitasi pascaoperasi rekonstruksi ACL. Metode: Studi retrospektif cross sectional ini mengevaluasi pasien yang menjalani operasi rekonstruksi ACL di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo selama periode Januari hingga Desember 2023. Pasien dikategorikan ke dalam dua kelompok berdasarkan metode imobilisasi pascaoperasi: knee locking brace atau knee back slab. Hasil fungsional dinilai menggunakan skor Lysholm, skor International Knee Documentation Committee (IKDC), dan skala aktivitas Tegner dengan tindak lanjut minimal satu tahun. Uji-t independen digunakan untuk membandingkan hasil fungsional antar kelompok, sementara perubahan dalam kelompok dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil: Sebanyak 30 pasien diikutsertakan dalam penelitian ini. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan signifikan pada skor Lysholm, IKDC, dan Tegner seiring waktu (p < 0,001). Pada bulan ke-12, skor Lysholm secara signifikan lebih tinggi pada kelompok brace (90,7 ± 1,2) dibandingkan kelompok slab (88,6 ± 3,5) (p = 0,035). Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik pada skor IKDC dan Tegner antara kedua kelompok pada setiap periode tindak lanjut (p > 0,05). Kesimpulan: Baik knee locking brace maupun back slab memberikan kontribusi terhadap pemulihan fungsional yang signifikan setelah rekonstruksi ACL. Pemilihan metode imobilisasi lutut pascaoperasi sebaiknya mempertimbangkan aspek praktis seperti biaya, preferensi pasien, dan kemudahan penggunaan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ACL reconstruction, Rehabilitation, Knee back slab, Knee locking brace |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Orthopedi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 07:52 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 07:52 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51545 |
