JUHAMRAN, RANI VITASARI (2025) KESESUAIAN HASIL PEMERIKSAAN MRI VERTEBRA DENGAN HASIL KULTUR JARINGAN DALAM MENEGAKKAN DIAGNOSIS SPONDILITIS PIOGENIK = COMPATIBILITY OF VERTEBRA MRI EXAMINATION RESULTS WITH TISSUE CULTURE RESULTS IN ESTABLISHING THE DIAGNOSIS OF PYOGENIC SPONDYLITIS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C125192006-2vs8uDSx0JBjO4zN-20250623091059.jpg
Download (407kB) | Preview
C125192006-1-2.pdf
Download (1MB)
C125192006-dp.pdf
Download (878kB)
C125192006-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 March 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Spondilitis piogenik adalah infeksi tulang belakang yang jarang terjadi namun serius yang dapat menyebabkan defisit neurologis dan kerusakan struktural. Penelitian ini menyelidiki kesesuaian diagnostik antara temuan pencitraan resonansi magnetik (MRI) tulang belakang dan hasil kultur jaringan pada pasien yang secara klinis dicurigai menderita spondilitis piogenik. Metode: Penelitian observasional cross sectional pada pasien dewasa (≥18 tahun) dengan dugaan spondilitis piogenik yang menjalani pemeriksaan MRI tulang belakang dan kultur jaringan diikutsertakan. Temuan MRI dinilai untuk edema vertebra, kerusakan endplate, penyempitan diskus, dan keterlibatan kanal tulang belakang. Hasil kultur diklasifikasikan sebagai positif atau negatif. Hubungan antara hasil pencitraan dan kultur dianalisis menggunakan uji chi-square dan non-parametrik, dengan signifikansi yang ditetapkan pada p<0,05. Hasil: Di antara 35 pasien, 8 (22,9%) memiliki kultur jaringan yang positif. Temuan MRI sangat konsisten pada kedua kelompok, dengan 100% kasus menunjukkan edema vertebra dan kerusakan endplate. Penyempitan diskus dan keterlibatan kanal tulang belakang juga sering diamati. Namun, tidak ada hubungan statistik yang signifikan yang ditemukan antara fitur MRI dan kepositifan kultur (p>0,05). Kesimpulan: MRI non- kontras mengidentifikasi ciri-ciri khas spondilitis piogenik, tetapi temuan ini tidak berkorelasi secara signifikan dengan hasil kultur jaringan. Hasil kultur yang terbatas menggarisbawahi perlunya strategi diagnostik yang komprehensif, termasuk MRI yang ditingkatkan dengan kontras dan teknik molekuler, untuk meningkatkan deteksi patogen dan pengambilan keputusan klinis.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Spondilitis piogenik, Pencitraan resonansi magnetik, Kultur jaringan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Radiologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 06:50 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 06:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51539 |
