Analisis ekspresi mRNA gen Hypoxia Inducible Factor 1-α (HIF- 1 α) berdasarkan umur luka (wound age) pada mencit Balb/c = Analisis ekspresi mRNA gen Hypoxia Inducible Factor 1-α (HIF- 1 α) berdasarkan umur luka (wound age) pada mencit Balb/c


FEBRIANTY, ANDINI (2024) Analisis ekspresi mRNA gen Hypoxia Inducible Factor 1-α (HIF- 1 α) berdasarkan umur luka (wound age) pada mencit Balb/c = Analisis ekspresi mRNA gen Hypoxia Inducible Factor 1-α (HIF- 1 α) berdasarkan umur luka (wound age) pada mencit Balb/c. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
C095211002-T6KcndsU2rl5FRzh-20250702115520.jpg

Download (211kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C095211002-1-2.pdf

Download (646kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C095211002-dp.pdf

Download (230kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
C095211002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 July 2026.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

LATAR BELAKANG: Menentukan usia luka adalah tantangan dalam patologi forensik tetapi dapat berkontribusi pada rekonstruksi TKP dan mengarah pada penangkapan tersangka. Studi ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi mRNA HIF-1α berdasarkan usia luka dan ini adalah keuntungan dasar dalam menentukan usia luka secara akurat menggunakan biomarker HIF-1α. METODE: Eksperimental dengan desain post-test dan kelompok kontrol. Tiga puluh enam tikus dibagi secara acak menjadi 9 kelompok dengan jumlah yang sama (n=4). Subjek terdiri dari kelompok kontrol yang merupakan kelompok tikus Balb/c yang tidak mengalami insisi pada kulit (0 menit) (Kelompok I). Kelompok lainnya adalah kelompok perlakuan, di mana kelompok perlakuan adalah 30 menit (Kelompok II); 1 jam (Kelompok III); 6 jam (Kelompok IV); 12 jam (Kelompok V); 1 hari (Kelompok VI); 3 hari (Kelompok VII); 7 hari (Kelompok VIII) dan 14 hari (Kelompok IX) setelah luka insisi. Insisi kulit 2 cm pada tikus Balb/c dibuat di bagian belakang dengan lebar 0,2 cm dan kedalaman 0,5 cm pada hari 0. Ekspresi mRNA HIF-1α diukur menggunakan teknik PCR waktu nyata. HASIL: Rata-rata ekspresi mRNA HIF-1α pada Kelompok I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, dan IX masing-masing adalah 5,187 lipat (fc), 8,551 fc, 14,322 fc, 13,644 fc, 10,936 fc, 8,557 fc, 7,534 fc, 6,682 fc dan 5,297 fc. Dalam dinamika perubahan ekspresi mRNA HIF-1α berdasarkan usia luka, menunjukkan peningkatan signifikan pada 30 menit setelah insisi kulit (p<0,001). Ekspresi mRNA HIF-1α secara bertahap menurun hingga 7 hari setelah insisi kulit dan tidak ada penurunan signifikan dalam ekspresi mRNA HIF-1α pada 14 hari dibandingkan dengan 7 hari setelah insisi kulit (p>0,001). KESIMPULAN: Peningkatan puncak ekspresi mRNA HIF-1α terjadi pada usia luka 1 jam dan penurunan bertahap ekspresi mRNA HIF-1α terjadi pada usia luka 12 jam dan kembali ke nilai normal pada usia luka 14 hari pada tikus Balb/c.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: HIF-1α, ekspresi mRNA, usia luka, tikus Balb/c, PCR waktu nyata
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 15 Dec 2025 06:47
Last Modified: 15 Dec 2025 06:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51536

Actions (login required)

View Item
View Item