APRIANI, LITA PARAMITHA (2025) KORELASI KADAR TISSUE INHIBITOR OF METALLOPROTEINASE-2 SERUM DENGAN ESTIMATED GLOMERULAR FILTRATION RATE PADA BERBAGAI STADIUM PENYAKIT GINJAL KRONIKKORELASI KADAR TISSUE INHIBITOR OF METALLOPROTEINASE-2 SERUM DENGAN ESTIMATED GLOMERULAR FILTRATION RATE PADA BERBAGAI STADIUM PENYAKIT GINJAL KRONIK = CORRELATION OF SERUM TISSUE INHIBITOR OF METALLOPROTEINASE-2 LEVELS AND ESTIMATED GLOMERULAR FILTRATION RATE VARIOUS STAGE OF CHRONIC KIDNEY DISEASE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C085212009-e8d5TV4C3DJZox1f-20250701153658.jpg
Download (513kB) | Preview
C085212009-1-2.pdf
Download (932kB)
C085212009-dp.pdf
Download (521kB)
C085212009-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 June 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka prevalensi dan beban ekonomi yang tinggi. Salah satu tantangan dalam penatalaksanaan PGK adalah keterlambatan diagnosis dan kesulitan dalam menilai progresivitas penyakit secara akurat. Tissue Inhibitor of Metalloproteinase-2 (TIMP-2) telah diidentifikasi sebagai biomarker potensial untuk cedera ginjal akut, namun perannya pada PGK masih belum banyak diteliti. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar TIMP-2 serum dengan nilai laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan stadium PGK.. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional yang melibatkan 80 pasien PGK dari RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Pemeriksaan kadar TIMP-2 serum menggunakan human TIMP-2 ELISA kit (Elabscience, Lot No. WW08Z02J9075) serta data eGFR yang dihitung dari nilai kreatinin serum dengan rumus Cockcroft-Gault. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Spearman, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney sesuai distribusi data. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median kadar TIMP-2 tertinggi ditemukan pada pasien dengan stadium G3b (16,38 ng/mL) dan terendah pada stadium G1 (14,57 ng/mL), dengan perbedaan bermakna antar stadium (p=0,001). Terdapat korelasi negatif sedang antara kadar TIMP-2 dan eGFR (r = -0,517; p < 0,001), serta korelasi positif antara kadar TIMP-2 dan stadium PGK (r = 0,342; p = 0,002). Kadar TIMP-2 juga menunjukkan perbedaan bermakna berdasarkan kelompok usia, namun tidak pada jenis kelamin. Analisis subkelompok menunjukkan bahwa korelasi negatif antara TIMP-2 dan eGFR paling kuat pada stadium awal PGK (G1 dan G3a). Kesimpulan. Kadar TIMP-2 meningkat seiring progresivitas PGK dan berkorelasi negatif dengan nilai eGFR. Hal ini menunjukkan bahwa TIMP-2 berpotensi sebagai biomarker tambahan untuk menilai progresivitas PGK. Penelitian ini memberikan dasar untuk pemanfaatan TIMP-2 dalam evaluasi klinis penyakit ginjal kronik.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tissue Inhibitor of Metalloproteinase-2 Serum, pekiraan laju filtrasi glomerulus, penyakit ginjal kronik |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Patologi Klinik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 06:44 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 06:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51535 |
