JUNAEDI, CHRISTIAN HARYANTO (2025) ENGARUH ADJUVAN MELATONIN TERHADAP FUNGSI KOGNITIF DAN KADAR MELATONIN PASIEN SKIZOFRENIA YANG MENDAPATKAN TERAPI RISPERIDONE = The Effect Of Melatonin Adjuvant On Cognitive Function And Melatonin Levels In Schizophrenia Patients Receiving Risperidone Therapy. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C065211004-irgkAjVS174DF8Xn-20250526143618.jpg
Download (248kB) | Preview
C065211004-1-2.pdf
Download (1MB)
C065211004-dp.pdf
Download (472kB)
C065211004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 March 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Melatonin mengaktifkan reseptor yang berhubungan dengan fungsi kognitif. Pasien skizofrenia mengalami disfungsi kognitif dan penurunan kadar melatonin. Adjuvan melatonin dapat meningkatkan kadar melatonin serum, yang berpotensi berguna untuk meningkatkan fungsi kognitif. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh melatonin ajuvan terhadap fungsi kognitif dan kadar melatonin serum pada pasien skizofrenia yang menerima terapi risperidone. Metode: Penelitian ini merupakan randomized controlled trial, double-blind yang dilakukan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi, Sulawesi Selatan pada bulan Juli hingga Oktober 2023. Subjek penelitian terdiri dari 44 pasien yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol: 22 pasien yang hanya mendapatkan terapi risperidone 4-6 mg/hari dan kelompok perlakuan: 22 pasien yang mendapatkan terapi risperidone 4-6 mg/hari dan melatonin 5 mg/hari. Skala Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina) dan kadar melatonin serum diukur sebelum dan pada 8 minggu terapi. Data dianalisis menggunakan SPSS 27.0 dengan Independent sample t-test, uji Mann-Whitney, uji t berpasangan, uji korelasi Spearman, dan uji chi-square dengan nilai p <0,05 untuk signifikansi hasil. Hasil: Perubahan skor MoCA-Ina bermakna secara signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p <0.05). Perubahan skor MoCA-Ina dalam dimensi visuospasial / eksekutif, bahasa, memori, dan orientasi berbeda secara signifikan antara kedua kelompok (p <0.05). Perubahan kadar melatonin berbeda secara signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p <0.05). Penurunan kadar melatonin pada kelompok perlakuan sebesar 4,34 pg/mL sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar 13,61 pg/mL, yang mana tiga kali lebih tinggi dari kelompok perlakuan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan kadar melatonin serum dengan perubahan skor MoCA-Ina dengan nilai p>0,05. Kesimpulan: Pemberian melatonin sebagai adjuvan terapi pada pasien skizofrenia yang mendapatkan risperidone dapat memperbaiki fungsi kognitif dan menghambat laju penurunan kadar melatonin serum lebih baik dibandingkan pemberian risperidone saja.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fungsi kognitif, Melatonin, Skizofrenia, Risperidone |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kedokteran Jiwa - Psikiatri |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 06:41 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 06:41 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51533 |
