Pengaruh Pemberian L-Arginine secara Early Feeding dan Betaine selama Pemeliharaan terhadap Morfometri dan Histomorfometri Usus Halus Ayam Alope =The Effect of L-Arginine Administration through Early Feeding and Betaine during Maintenance on the Morphometry and Histomorphometry of the Small Intestine of Alope Chickens


FAJRIYA, YUYUN YULIANI (2025) Pengaruh Pemberian L-Arginine secara Early Feeding dan Betaine selama Pemeliharaan terhadap Morfometri dan Histomorfometri Usus Halus Ayam Alope =The Effect of L-Arginine Administration through Early Feeding and Betaine during Maintenance on the Morphometry and Histomorphometry of the Small Intestine of Alope Chickens. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
I011201288-TojKZWlwyEOCtu6F-20250630181410.jpg

Download (341kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
I011201288-1-2.pdf

Download (241kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
I011201288-dp.pdf

Download (125kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
I011201288-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 June 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

YUYUN YULIANI FAJRIYA. Pengaruh Pemberian L-Arginine secara Early Feeding dan Betaine selama Pemeliharaan terhadap Morfometri dan Histomorfometri Usus Halus Ayam Alope (dibimbing oleh Wempie Pakiding). Pemberian L-arginine diawal penetasan dan pemberian betaine selama pertumbuhan dapat memicu perkembangan sel secara hiperplasia dan hipertrofi yang dapat memicu pertumbuhan termasuk organ saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian L-arginine secara early feeding dan pemberian betaine pada pakan terhadap morfometri dan histomorfometri usus halus ayam alope. Penelitian dilakukan secara experimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 4 dengan 3 ulangan. Adapun susunan perlakuan yang di terapkan yaitu faktor 1 pemberian arginine dan tanpa pemberian arginine pada awal penetasan yang diberi di hatcher dan faktor 2 dengan level pemberian betaine yang dicampur pada pakan selama pemeliharaan dengan level 1 yaitu betaine sebanyak 0%, level 2 yaitu betaine sebanyak 0,005%, level 3 yaitu betaine sebanyak 0,010%, dan level 4 yaitu betaine sebanyak 0,015%. Hasil penelitian pada rasio panjang dan berat duodenum menunjukkan bahwa pemberian betaine paling optimal pada level 3 dengan hasil 4,58 dengan betaine sebanyak 0,010%. Hasil penelitian pada rasio panjang dan berat jejenum menunjukkan bahwa pemberian betaine paling optimal pada level 1 dengan hasil 5,40 dengan betaine 0%. Hasil penelitian pada luas permukaan vili ileum menunjukkan bahwa pemberian betaine paling optimal pada level 3 dengan hasil 27332,20 cm2 dengan betaine sebanyak 0,010%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian L-arginine secara early feeding tidak berpengaruh terhadap morfometri dan histomorfometri usus halus ayam alope. Namun pemberian betaine selama pemeliharaan memiliki pengaruh nyata pada beberapa aspek yaitu rasio panjang dan berat duodenum dan jejenum ayam alope, serta luas permukaan vili ileum usus halus ayam alope.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: early feeding; l-arginine; betaine; ayam alope; usus halus
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 15 Dec 2025 05:48
Last Modified: 15 Dec 2025 05:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51515

Actions (login required)

View Item
View Item