Analisa Agraria Kritis: Tantangan Baru Pengelolaan PerhutananSosial Studi Kasus Desa Bonto Masunggu = Critical Agrarian Analysis: New Challenges In Social Forestry Management Case Study Of Bonto Masunggu


WAHID, RIZKI (2025) Analisa Agraria Kritis: Tantangan Baru Pengelolaan PerhutananSosial Studi Kasus Desa Bonto Masunggu = Critical Agrarian Analysis: New Challenges In Social Forestry Management Case Study Of Bonto Masunggu. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M012222005-DeZAsUzQiFOG63Wk-20250515211938.jpg

Download (501kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M012222005-1-2.pdf

Download (463kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M012222005-DP.pdf

Download (45kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M012222005-FULLLL.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 March 2027.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Saat ini ada lebih 5 juta hektar perhutanan sosial belum dikelola. Perhutanan Sosial (PS) mengalami akselerasi pencapaian target 12,7 juta ha dari pemerintah untuk pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Namun pada praktiknya izin terbit tidak sebanding dengan keberhasilan implementasi, hingga PS mengalami banyak tantangan pengelolaan. Memahami lebih awal mengapa tantangan ini terjadi dapat membantu mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan kelompok tani pengelola PS. Namun, penelitian implementasi Perhutanan Sosial (PS) dalam konteks penghidupan berkelanjutan masih sedikit dieksplorasi. Penelitian ini mengambil studi kasus di Desa Bonto Masunggu, desa yang telah mengantongi izin Skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) sejak tahun 2019 hingga tahun 2024, belum juga dikelola. Tujuan utama penelitian ini adalah menginvestigasi tantangan pengelolaan PS di Desa Bonto Masunggu dalam konteks sumber penghidupan dan strategi penghidupan masyarakat di desa yang melatarbelakangi mengapa mereka belum mengelola PS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian etnografi dan studi kasus. Metode etnografi dalam penelitian ini berbasis observasi partisipan, pengalaman langsung peneliti selama 4 tahun bekerja di desa. Data yang didapatkan pada metode studi kasus dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan fokus diskusi terpumpun. Hasil penelitian menunjukkan tahapan awal penentuan skema diprakarsai oleh sumber penghidupan masyarakat, di Bonto Masunggu pemilihan skema HKm dilatarbelakangi oleh praktek tenurial lokal Mannarak. Keterbatasan akses, sistem tanah gilir, mengharuskan masyarakat migrasi dan tidak mengelola Perhutanan Sosial (PS) sebagai startegi penghidupan masyarakat di Desa Bonto Masunggu. Temuan ini menunjukkan bahwa tahap awal pengusulan PS harus menyadari adanya konsep tenurial lokal di desa sebagai praktek penghidupan masyarakat yang menentukan strategi warga bertahan hidup.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 15 Dec 2025 03:41
Last Modified: 15 Dec 2025 03:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51492

Actions (login required)

View Item
View Item