LINGGI, TASYA REGINA TARUK (2024) Studi Pengetahuan, Sikap dan Praktik Masyarakat serta Peran Lintas Sektor dalam Penanganan Rabies di Kabupaten Toraja Utara = A Study of Knowledge, Attitude and Practice of the Community and the Role of Cross-Sectors in Handling Rabies in North Toraja Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C031211006-h8vDiQ1X7mKoGaLs-20250623235315.jpeg
Download (123kB) | Preview
C031211006-1-2.pdf
Download (326kB)
C031211006-dp.pdf
Download (128kB)
C031211006-FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 December 2026.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Anjing peliharaan maupun anjing liar sangat rentan terkena penyakit, salah satunya terinfeksi rabies. Anjing sendiri merupakan hewan penular rabies yang paling utama ke manusia, 99% kasus kematian pada manusia akibat infeksi virus rabies disebabkan oleh gigitan dari anjing. Pada tahun 2018 Balai Besar Veteriner Maros menerima 370 sampel otak hewan yang diduga terinfkesi rabies yang berasal dari Kabupaten Toraja Utara. Hasil pengujian memperlihatkan 200 sampel positif terjangkit rabies, dan 187 diantaranya berasal dari anjing. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat Kelurahan Rante Pasele dalam penanganan awal gigitan anjing. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam penanganan dan pengendalian rabies. Metode. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk survei dan menggunakan wawancara semi terstruktur. Kemudian, data yang dikumpulkan diolah dengan Microsoft excel dan SPSS. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat di Kelurahan Rante Pasele tergolong baik. Terdapat hubungan antara sikap dan praktik masyarakat dalam penanganan awal gigitan anjing sebagai hewan penular rabies. Namun, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap serta pengetahuan dan praktik. Tantangan terbesar dalam penanganan rabies di Toraja Utara yaitu terletak pada anggaran yang tidak mencukupi dan kolaborasi antara dinas kesehatan dan dinas peternakan yang masih kurang tersinkronisasi. Kesimpulan. Pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat dalam penanganan awal gigitan anjing sebagai hewan penular rabies tergolong baik. Terdapat hubungan antara praktik dan sikap, tetapi tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap serta pengetahuan dan praktik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anjing, Kolaborasi, Pencegahan, Praktik, Zoonosis. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 02:54 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 02:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51470 |
