ASWAN, ASWAN (2025) Selera Politik Masyarakat Indonesia (Sebuah Pendekatan Bourdieu Terhadap Pembentukan Opini Publik) = The Political Tastes of Indonesian Society (A Bourdieu Approach to the Formation of Public Opinion). Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
E033212002-F5NPiKDLbe4BucdR-20250312215532.png
Download (376kB) | Preview
E033212002-1-2.pdf
Download (1MB)
E033212002-dp.pdf
Download (487kB)
E033212002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 February 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Artikel ini membahas bagaimana perbedaan selera politik berdasarkan Generasi. Dengan menggunakan Mixed Method, penelitian ini mengambil konteks pemilihan presiden Indonesia 2024, yaitu tiga citra politik kandidat saat pemilihan berlangsung, maka dilakukan wawancara mendalam terhadap 100 responden dari empat generasi berbeda, yaitu; Baby Boomers, Gen X, Milenial, dan Gen Z. Menggunakan skema analisis Boudieu, hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan habitus, modal, dan arena antar kelompok generasi menciptakan apa yang disebut “efek generasi”, yaitu nilai-nilai umum yang normal berlaku dalam setiap generasi, seperti sifat otoriter dan rasa hormat adalah nilai-nilai yang sangat normal bagi Baby Boomer, tapi sulit diterima oleh Sebagian besar Milenial dan Gen Z. Namun, Baby Boomer sebagai pemilik modalitas tersebesar secara strategis bisa memaksakan nilai-nilai mereka kepada Milenial dan Gen Z, baik dalam menegaskan perbedaan maupun dalam melestarikan dominasi. Temuan ini secara mainstream bisa menjadi pertimbangan metodis bagi konsultan komunikasi politik dalam melakukan persuasi politik berbasis generasi. Namun butuh energi besar untuk terus-menerus relevan dengan segala perubahan cepat dalam Habitus generasi, khususnya Gen Z, apa lagi generasi yang lebih muda di masa mendatang (Gen Alfa dan Gen Beta). Dalam bidang komunikasi, Experience Gap antar kelompok generasi juga mendatangkan tantangan tersendiri untuk mencapai saling pengertian dalam segala aspek, karena apa yang dihargai atau dianggap berharga oleh orang-orang sangat dibentuk oleh latar belakang sosial dan paparan mereka terhadap bentuk budaya tertentu. Experience Gap antar generasi memiliki implikasi signifikan terhadap praktik komunikasi, terutama dalam cara informasi disampaikan, diterima, dan diinterpretasikan oleh berbagai kelompok Generasi. Sehingga praktik komunikasi yang efektif harus mempertimbangkan perbedaan antar generasi dalam hal media preferensi, gaya komunikasi, respons terhadap pesan, dan keterlibatan dalam isu-isu publik. Menyusun strategi komunikasi yang relevan untuk setiap generasi memerlukan pemahaman mendalam tentang pengalaman, teknologi, dan nilai-nilai yang membentuk cara setiap kelompok berinteraksi dan berkomunikasi.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Selera Politik, Generasi, Opini Publik, Masyarakat, Indonesia |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 12 Dec 2025 06:43 |
| Last Modified: | 12 Dec 2025 06:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51436 |
