RAHMAT, A. MUHAMMAD (2025) PENERAPAN YURISPRUDENSI DALAM PERTIMBANGAN HAKIM PADA PUTUSAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI PENGADILAN NEGERI MAKASSAR = Application of Jurisprudence in Judges' Considerations on Corruption Crimes Verdicts at Makassar District Court. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B012211050-UBp4Nr2jsehgu7Oo-20250515201309.jpg
Download (304kB) | Preview
B012211050-1-2.pdf
Download (311kB)
B012211050-dp.pdf
Download (72kB)
B012211050-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 April 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK A. MUHAMMAD RAHMAT (B012211050). Penerapan Yurisprudensi dalam Pertimbangan Hakim pada Putusan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Makassar (dibimbing oleh Hijrah Adhyanti Mirzana dan Audyna Mayasari Muin). Latar Belakang: Pentingnya penerapan yurisprudensi dalam menyelesaikan perkara tindak pidana korupsi sebagai rujukan hukum yang sah. Yurisprudensi berperan penting sebagai pendukung penyempurnaan dan pengembangan sistem hukum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator yurisprudensi sebagai pedoman hakim dalam memutus perkara tindak pidana korupsi dan tujuan pemidanaan dalam penerapan yurisprudensi di Pengadilan Negeri Makassar. Metode: Tipe penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan, serta bahan hukum Primer dan Sekunder, data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 1) Hakim sepatutnya memperhatikan Indikator Yurisprudensi dalam memutus perkara tindak pidana korupsi, seperti yang termuat dalam kaidah hukum yurisprudensi No. Induk:1/Yur/Kor/2018 terkait pengadaan barang/jasa. Berdasarkan hasil penelitian ini terkai putusan Tahun 2021 - 2023, ditemukan satu perkara yang di dalam fakta persidangannya terdapat 6 indikator yurisprudensi tersebut dan bersesuaian dengan kaidah hukum yurisprudensi, namun secara formil hakim tidak mengutip suatu Yurisprudensi dalam Putusannya. 2) Tujuan penerapan yurisprudensi untuk memastikan kaidah hukum yang lahir dari Putusan Hakim yang telah ditetapkan Mahkamah Agung sebagai Yurisprudensi tetap seyogyanya diikuti oleh Hakim setelahnya pada perkara yang serupa, agar tercipta kepastian hukum dan tidak terjadi disparitas putusan. Kesimpulan: Penerapan indikator Yurisprudensi telah dilakukan oleh hakim namun tidak secara tegas diakui karena tidak dicantumkan dalam putusannya. Adapun tujuan penerapan Yurisprudensi demi mewujudkan kepastian hukum dan menghindari adanya disparitas putusan. Kata Kunci: Pertimbangan Hakim; Tindak Pidana Korupsi, Yuriprudensi
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pertimbangan Hakim; Tindak Pidana Korupsi, Yuriprudensi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 12 Dec 2025 06:40 |
| Last Modified: | 12 Dec 2025 06:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51435 |
