PREVALENSI PROTOZOA DARAH PADA KAMBING KACANG (Capra aegagrus hircus) DI KELURAHAN MANNURUKI, KECAMATAN TAMALATE, KOTA MAKASSAR = PREVALENCE OF BLOOD PROTOZOA IN GOAT (Capra aegagrus hircus) in KELURAHAN MANNURUKI, KECAMATAN TAMALATE, MAKASSAR CITY


HERIYANTI, HERIYANTI (2025) PREVALENSI PROTOZOA DARAH PADA KAMBING KACANG (Capra aegagrus hircus) DI KELURAHAN MANNURUKI, KECAMATAN TAMALATE, KOTA MAKASSAR = PREVALENCE OF BLOOD PROTOZOA IN GOAT (Capra aegagrus hircus) in KELURAHAN MANNURUKI, KECAMATAN TAMALATE, MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
C031211024-CoFIJiOxtHkyRmP9-20250618182535.jpg

Download (439kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C031211024-1-2.pdf

Download (319kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C031211024-dp.pdf

Download (115kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
C031211024-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Kambing merupakan salah satu ternak ruminansia potensial dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Di Makassar, kambing kacang banyak dibudidayakan karena daya adaptasinya tinggi dan kualitas dagingnya baik. Namun, produktivitas kambing dapat menurun akibat penyakit, salah satunya infeksi protozoa darah. Protozoa darah seperti Trypanosoma, Theileria, Babesia, dan Anaplasma bersifat endemik di wilayah tropis dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi signifikan. Data epidemiologi penyakit parasit darah sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan mengidentifikasi jenis protozoa darah pada Kambing Kacang (Capra aegagrus hircus) di Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Metode. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 107 sampel darah kambing dikumpulkan secara acak dan dibuat apusan darah tipis serta dilakukan pewarnaan Giemsa. Pemeriksaan sampel kemudian diamati menggunakan mikroskop pembesaran 1000x dengan oil emersi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui prevalensi berdasarkan faktor-faktor risiko baik jenis kelamin, umur, sistem pemeliharaan, kondisi kandang dan perawatan ternak. Hasil. Dari 107 sampel, 5 sampel (4,67%) terdeteksi positif terinfeksi protozoa darah, dengan jenis yang teridentifikasi Theileria sp. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 5 dari 107 sampel yang diperiksa terinfeksi Theileria sp. secara keseluruhan dan tidak ditemukan jenis protozoa darah lain. Hal ini menunjukkan tingkat infeksi relatif rendah yaitu hanya 4,67%. Hasil tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu variasi dalam sistem manajemen peternakan, mobilitas hewan, serta kondisi lingkungan tempat penelitian dilakukan. Adapun hasil uji statistik dengan Chi-square, menunjukkan hanya satu faktor yang memiliki hubungan secara signifikan terkai infeksi Theileria (p-value<0,05) yaitu riwayat insektisida. Sedangkan faktor lain yang diukur tidak ada yang berhubungan secara signifikan dengan infeksi Theileria (p-value>0,05) baik jenis kelamin, umur, dan sistem pemeliharaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: protozoa darah; prevalensi; Theileria
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 12 Dec 2025 06:16
Last Modified: 12 Dec 2025 06:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51429

Actions (login required)

View Item
View Item