ANALISIS HUBUNGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN DEPRESI PADA PASIEN LOW VISION DI RSPTN UNIVERSITAS HASNUDDIN = ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN VISUAL IMPAIRMENT AND DEPRESSION IN LOW VISION PATIENTS AT HASANUDDIN UNIVERSITY HOSPITAL


RAHARJO, PHILIPUS PUTRA (2025) ANALISIS HUBUNGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN DEPRESI PADA PASIEN LOW VISION DI RSPTN UNIVERSITAS HASNUDDIN = ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN VISUAL IMPAIRMENT AND DEPRESSION IN LOW VISION PATIENTS AT HASANUDDIN UNIVERSITY HOSPITAL. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
C025211006-jIEU5n0X4yfJY7hV-20250624140126.jpg

Download (281kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C025211006-1-2.pdf

Download (302kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C025211006-dp.pdf

Download (823kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
C025211006-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 May 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Low vision merupakan gangguan penglihatan permanen yang tidak dapat dikoreksi dengan terapi medis, kacamata, ataupun tindakan bedah. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap aktivitas fungsional dan kualitas hidup pasien, serta berpotensi memicu gangguan depresi. Depresi pada pasien low vision sering tidak terdeteksi dan tidak tertangani dengan baik dan menurunkan keberhasilan rehabilitasi dan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan derajat gangguan penglihatan dan derajat depresi pada pasien low vision di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negri Universitas Hasanuddin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 77 pasien low vision yang menjalani rehabilitasi penglihatan di RSPTN Universitas Hasanuddin. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PHQ (Patient Health Questionnaire)-9 untuk mengukur derajat depresi. Dalam penelitian ini menganalisis usia, jenis kelamin, pekerjaan, status pernikahan, tempat tinggal, penyebab kelaian mata, penggunaan alat bantu low vision, lama menderita dan Pendidikan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar subjek dengan low vision derajat moderat tidak mengalami depresi (81,3%), sedangkan kelompok severe lebih banyak mengalami depresi ringan (50%) dan kelompok blind dominan mengalami depresi ringan (55,6%). Terdapat korelasi positif sedang antara derajat low vision dan tingkat depresi (r=0,37; p=0,001). Terdapat hubungan signifikan derajat low vision dan depresi (p = 0,008), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor resiko lainnya pada pasien low vision dengan depresi (p >0,05). Kesimpulan: Tingkat keparahan gangguan penglihatan berhubungan dengan tingkat depresi pada pasien low vision, dan terdapat hubungan faktor resiko lainnya dengan depresi. Temuan ini mendukung perlunya skrining depresi dalam layanan rehabilitasi low vision secara rutin untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Low vision, depresi, gangguan penglihatan, PHQ-9, kualitas hidup
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Mata
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 12 Dec 2025 02:59
Last Modified: 12 Dec 2025 02:59
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51391

Actions (login required)

View Item
View Item