LAODE, ANDRI MOH. WAHYU (2025) ANALISIS KERENTANAN TANAH DAN POTENSI LIKUIFAKSI DI MAMUJU, SULAWESI BARAT MENGGUNAKAN METODE SEISMIC SURFACE WAVE = ANALYSIS OF SOIL VULNERABILITY AND LIQUEFACTION POTENTIAL IN MAMUJU, WEST SULAWESI USING SEISMIC SURFACE WAVE METHOD. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
H042231003-9jXiv4A2pysalHYV-20250428155530.jpg
Download (263kB) | Preview
H042231003-1-2.pdf
Download (1MB)
H042231003-dp.pdf
Download (172kB)
H042231003-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 April 2027.
Download (15MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Gempa Mamuju 2021 (Mw 6,2) menyoroti kerentanan wilayah ini terhadap likuifaksi, terutama di daerah pesisir yang didominasi oleh endapan aluvial. Tujuan. Penelitian ini mengintegrasikan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) untuk menilai kondisi bawah permukaan dan potensi likuifaksi di Mamuju, Sulawesi Barat. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam distribusi kecepatan gelombang geser (Vs) antara Formasi Aluvium dan Formasi Mamuju, di mana Formasi Aluvium memiliki nilai Vs yang lebih rendah, yang menunjukkan tanah lebih lunak dan amplifikasi gelombang seismik yang lebih tinggi. Hasil. Frekuensi dominan (f₀) bervariasi antara 0,43 hingga 15.8 Hz, dengan nilai f₀ yang lebih rendah menunjukkan keberadaan batuan dasar (bedrock) pada kedalaman yang lebih dalam serta peningkatan amplifikasi seismik. Daerah dengan Vs30 < 175 m/s dan indeks kerentanan seismik (Kg) > 10 terutama ditemukan di zona pesisir, sehingga lebih rentan terhadap likuifaksi. Selain itu, analisis Ground Shear Strain (GSS) mengonfirmasi bahwa beberapa lokasi seperti AND_67 (dekat Kantor Gubernur Sulbar), AND_34 (Hotel Maleo), PLN_01 (Kantor PLN UP3 Mamuju), dan AND_31 (Asrama Polsek) memiliki nilai GSS yang tinggi, yang menunjukkan deformasi tanah yang signifikan dan meningkatkan potensi likuifaksi. Perbandingan dengan data kerusakan akibat gempa 2021 menunjukkan bahwa lokasi dengan Vs rendah dan GSS tinggi mengalami tingkat kerusakan struktural yang lebih parah. Kesimpulan. Studi ini menekankan bahwa wilayah pesisir dengan sedimen tidak terkonsolidasi dan kepadatan tanah yang lebih rendah memiliki risiko lebih tinggi akibat peningkatan tekanan pori selama gempa. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk mitigasi risiko likuifaksi dan perencanaan perkotaan di Mamuju. Area dengan Vs rendah dan GSS tinggi perlu mendapatkan perhatian khusus dalam perencanaan tata ruang dan desain bangunan tahan gempa. Penerapan teknik stabilisasi tanah atau penggunaan sistem fondasi dalam direkomendasikan untuk mengurangi bahaya likuifaksi di masa mendatang. Penelitian ini menegaskan bahwa metode Seismic Surface Wave efektif dalam mengkarakterisasi sifat tanah serta meningkatkan penilaian risiko likuifaksi di wilayah yang aktif secara seismik.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Likuifaksi; HVSR; MASW; SURFACE WAVE; MAMUJU |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 12 Dec 2025 02:04 |
| Last Modified: | 12 Dec 2025 02:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51364 |
