ANIDA, MUTIARA SYIFA (2025) Hubungan Overscreentime dengan Kecenderungan Keterlambatan Perkembangan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini = The Relationship of Overscreentime with the Tendency of Delayed Expressive Language Development in Early Childhood. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C021211075-GxDeQvXgqZsjdcE2-20250630201920.jpg
Download (274kB) | Preview
C021211075-1-2.pdf
Download (237kB)
C021211075-dp.pdf
Download (93kB)
C021211075-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 June 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
MUTIARA SYIFA ANIDA. Hubungan Overscreentime dengan Kecenderungan Keterlambatan Perkembangan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini. (dibimbing oleh Athina Saraya, S.Psi., M.Sc). Latar Belakang. Masa usia dini merupakan masa keemasan dan masa krusial bagi perkembangan individu. Perkembangan anak usia dini terbagi atas beberapa aspek, salah satunya adalah perkembangan bahasa ekspresif. Beberapa tahun terakhir, keterlambatan perkembangan bahasa ekspresif menjadi ancaman dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor keterlambatan perkembangan bahasa ekspresif yang kurang diperhatikan adalah paparan screen time berlebihan akibat pemanfaatan gadget pada rutinitas anak sehari-hari, baik sebagai media hiburan maupun edukasi hingga melebihi batas anjuran kesehatan yang ditentukan oleh lembaga kesehatan dunia, yaitu maksimal 1 jam per harinya. Sejumlah studi sebelumnya telah mengungkap bahwa paparan layar digital berlebihan dapat berdampak buruk bagi perkembangan bahasa ekspresif anak karena waktu yang dihabiskan oleh anak di depan layar digital meminimalisir kesempatan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara overscreentime dengan kecenderungan keterlambatan perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan cross-sectional survey design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen “Seven-in-seven Screen Exposure Questionnaire” untuk melihat aktivitas anak dengan paparan layar dan instrumen “Speech and Language Assessment Scale” untuk mengukur perkembangan bahasa ekspresif anak. Pengumpulan data diwakili oleh orang tua yang melibatkan 86 orang tua di Kota Makassar untuk mendapatkan data dari 90 anak sesuai kriteria setelah dilakukan criterion sampling. Hasil. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara overscreentime dengan perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini (p > 0,05), dan menunjukkan arah hubungan negatif yang lemah (r = -0,03). Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara overscreentime dengan kecenderungan keterlambatan perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini. Namun, tidak menutup kemungkinan terdapat beberapa faktor dalam aktivitas anak bersama layar digital yang dapat menjadi moderator dalam hubungan kedua variabel. Kata Kunci: overscreentime; perkembangan bahasa ekspresif; anak usia dini
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | overscreentime; perkembangan bahasa ekspresif; anak usia dini |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Psikologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Dec 2025 07:10 |
| Last Modified: | 08 Dec 2025 07:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51343 |
