ABHARIS, ANDI AINUN (2025) Kontribusi Self-Acceptance terhadap Health Related Quality of Life dengan Gratitude sebagai Moderasi pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 = Contribution of Self-Acceptance to Health-Related Quality of Life with Gratitude as Moderation in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C021211064-OeyKzcEWISj2XA8l-20250701212830.jpg
Download (265kB) | Preview
C021211064-1-2.pdf
Download (298kB)
C021211064-dp.pdf
Download (92kB)
C021211064-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 June 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang banyak dialami oleh individu usia produktif dan terjadi peningkatan prevalensi secara global, termasuk di Indonesia. Faktor risiko utama diabetes melitus tipe 2 disebabkan karena pola hidup tidak sehat dan pertambahan usia. Kondisi ini berdampak pada penurunan Health-Related Quality of Life (HRQoL). Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan HRQoL adalah self-acceptance, sehingga individu dapat menerima penyakitnya. Gratitude juga berkontribusi dalam membantu individu menjalani pengobatan dan menyesuaikan diri terhadap penyakit kronis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji faktor internal yang mampu memberdayakan penderita dalam menghadapi penyakitnya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi self-acceptance terhadap HRQoL dengan gratitude sebagai variabel moderator. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 156 partisipan melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert untuk mengukur self-acceptance, health-related quality of life, dan gratitude. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi moderasi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.037 (p < 0.05), dengan koefisien regresi (β = -.989; t = -2.109), yang berarti bahwa arah hubungan yang ditunjukkan oleh nilai koefisien negatif mengindikasikan bahwa peningkatan self-accceptance berasosiasi dengan penurunan skor HRQoL pada penderita. Hasil analisis regresi moderasi juga menunjukkan bahwa gratitude secara signifikan memoderasi hubungan antara self-acceptance dan HRQoL. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi self-acceptance terhadap HRQoL pada penderita diabetes melitus tipe 2 dan gratitude terbukti mampu memperkuat hubungan antara self-acceptance dan HRQoL.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | penerimaan diri; rasa syukur; penilaian kualitas hidup terkait kesehatan; diabetes melitus tipe 2 |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Psikologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Dec 2025 07:38 |
| Last Modified: | 08 Dec 2025 07:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51340 |
