SEMARANG, LUKMAN H (2025) HUBUNGAN NILAI ESTIMASI PLASMA VOLUME DAN SYNDECAN-1 TERHADAP SEQUENTIAL ORGAN FAILURE ASSESMENT SCORE (SOFA) PASIEN SEPSIS DI ICU (Tinjauan Terhadap Nilai Estimasi Plasma Volume, Kadar Syndecan-1, dan Skor SOFA) = RELATIONSHIP OF ESTIMATED PLASMA VOLUME AND SYNDECAN-1 VALUES TO SEQUENTIAL ORGAN FAILURE ASSESSMENT SCORE (SOFA) OF SEPSIS PATIENTS IN INTENSIVE CARE UNIT (Review on the Estimated Plasma Volume, Syndecan-1 Levels, and SOFA Score). Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
C018212005-fJUjC5sKdBlYZ8bk-20250619113018.jpg
Download (436kB) | Preview
C018212005-1-2.pdf
Download (1MB)
C018212005-dp.pdf
Download (393kB)
C018212005-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 May 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini bertujuan untuk menilai ”Hubungan Nilai Estimasi Plasma Volume dan Syndecan-1, terhadap Sequential Organ Failure Assesment Score (Sofa) Pasien Sepsis di ICU”. Dimana Kerusakan endotel yang ditandai dengan peningkatan Syndecan-1 dan potensi gangguan volume plasma pada pasien sepsis, dianggap berkontribusi pada perkembangan sepsis seperti yang tercermin dalam skor SOFA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional.. Populasi penelitian adalah pasien sepsis yang dirawat di ICU Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Estimasi Plasma Volume (ePVS), Syndekan-1, dan skor SOFA pada 24 jam pertama dan 72 jam diukur dan dinilai setelah di diagnosis sepsis. Nilai ePVS dihitung menggunakan rumus dari Duarte et al, yaitu ePVS (mL / g) = 100 × (1-hematokrit) / hemoglobin (g / dL). Syndecan- 1 diambil dari sampel serum dan diukur menggunakan immunoassay sindekan-1 larut manusia dengan kit ELISA. Penelitian ini dilakukan mulai 1 Januri sampai April 2025. Hasil: Jumlajh sampel pada studi ini, adalah 30 pasien sepsis dengan rentang usia 19-64 tahun dan sekitar 53,3% adalah laki-laki. Sebagian besar pasien memiliki BMI normal dan dengan berbagai indikasi untuk perawatan ICU termasuk perawatan pasca operasi laparotomi, perawatan pasca operasi bedah saraf, perawatan pasca operasi Tulang belakang, dan perawatan pasca operasi bedah lainnya, serta perawatan dengan infeksi saluran pernapasan (Tabel 1). Tingkat Syndecan-1, nilai volume plasma yang diperkirakan (ePVS) dan skor SOFA mengalami penurunan signifikan dari nilai pada 24 jam pertama dibandingkan 72 jam setelah diagnosis dengan nilai p <0,05 (Tabel 2). Kadar Syndecan-1 berhubungan secara signifikan dengan skor SOFA dalam 24 jam pertama dengan koefisien korelasi yang kuat sebesar 0,869 dengan nilai p <0,05, sedangkan nilai estimasi plasma volume dengan skor SOFA dalam 24 jam pertama tidak berhubungan dengan nilai p >0,05 (Tabel 3). Kadar Syndecan-1 berhubungan secara signifikan dengan skor SOFA dalam 72 jam pertama dengan koefisien korelasi yang kuat sebesar 0,646 dengan nilai p <0,05, sedangkan nilai estimasi plasam volume dengan skor SOFA dalam 72 jam pertama tidak berhubungan dengan nilai p >0,05 (Tabel 4). Kesimpulan : Penurunan kadar Syndecan-1 memiliki hubungan yang kuat dengan penurunan skor SOFA pada pasien sepsis di ICU
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | estimasi volume plasma, Syndecan-1, sepsis, SOFA |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 07:10 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 07:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51330 |
