KONFLIK BATIN ANTARA NABI MUSA AS DAN FIRAUN DALAM AL-QUR’AN = The Inner Conflict Between Prophet Moses (AS) and Pharaoh in the Qur’an


GHINAYAH, SHAFA SABRINA (2025) KONFLIK BATIN ANTARA NABI MUSA AS DAN FIRAUN DALAM AL-QUR’AN = The Inner Conflict Between Prophet Moses (AS) and Pharaoh in the Qur’an. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F031211001-Cover.jpeg

Download (43kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F031211001-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (469kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F031211001-dp(FILEminimizer).pdf

Download (361kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F031211001-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 10 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

SHAFA SABRINA GHINAYAH. Konflik Batin antara Nabi Musa AS dan Firaun dalam Al-Qur'an (Dibimbing oleh Ilham Ramadhan, S.S., M.A.) Latar Belakang. Kisah Nabi Musa AS dan Firaun merupakan salah satu cerita yang sering muncul dalam Al-Qur’an. Selain konflik eksternal, terdapat juga konflik batin yang dialami masing-masing tokoh, yang berperan penting dalam membentuk sikap dan karakter mereka. Melalui psikoanalisis Freud, khususnya teori struktur kepribadian, konflik batin ini dapat dianalisis secara mendalam untuk memahami dinamika kejiwaan tokoh dalam kisah keagamaan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik batin Nabi Musa AS dan Firaun berdasarkan teori struktur kepribadian Freud serta membandingkan dinamika kepribadian keduanya yang mencakup id, ego, dan superego. Metode. Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan psikoanalisis Freud dengan fokus pada struktur kepribadian. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang menceritakan kisah Nabi Musa dan Firaun, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur pendukung. Hasil. Konflik batin Nabi Musa AS ditandai oleh keseimbangan antara id, ego, dan superego, sehingga meski mengalami rasa takut dan bersalah, beliau mampu menjalankan tugas kenabian. Sebaliknya, Firaun didominasi id agresif dan ego yang lemah, dengan superego yang kurang berfungsi, sehingga tindakan yang muncul berupa penindasan dan kekerasan. Kesimpulan. Keseimbangan antara id, ego, dan superego menentukan arah konflik batin. Teori struktur kepribadian Freud efektif menjelaskan konflik batin Nabi Musa AS dan Firaun serta perbedaan dinamika kepribadian keduanya, sehingga pendekatan psikoanalisis tepat digunakan dalam memahami konflik batin dalam kisah ini.

Keyword : Konflik batin, Nabi Musa AS, Firaun, struktur kepribadian Freud, psikologi sastra.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: internal conflict, Prophet Musa (AS), Pharaoh, Freud’s personality structure, literary psychology .
Subjects: P Language and Literature > PC Romance languages
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Asia Barat
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 11 Dec 2025 07:09
Last Modified: 11 Dec 2025 07:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51328

Actions (login required)

View Item
View Item