IBRAHIM, ANDI TENRI YOLA (2025) PERKEMBANGAN PENYAKIT MATI RANTING (Lasiodiplodia theobromae) TANAMAN KAKAO PADA KEBUN DENGAN PENUTUPAN PENAUNG YANG BERBEDA DI KABUPATEN ENREKANG. = THE DEVELOPMENT OF TWIG DIEBACK DISEASE (Lasiodiplodia theobromae) OF COCOA PLANTS IN PLANTATION WITH DIFFERENT SHADE COVERAGE IN ENREKANG REGENCY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
G061211025-7yrF2MTgq43UWAZH-20250613130720.jpg
Download (320kB) | Preview
G061211025-1-2.pdf
Download (511kB)
G061211025-dp.pdf
Download (200kB)
G061211025-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 May 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK ANDI TENRI YOLA IBRAHIM. Perkembangan penyakit mati ranting (Lasiodiplodia theobromae) tanaman kakao pada kebun dengan penutupan penaung yang berbeda di Kabupaten Enrekang (dibimbing oleh Ade Rosmana). Latar belakang. Penyakit mati ranting merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kakao (Theobromae cacao L.) yang menyerang pucuk dan ranting. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit mati ranting yaitu menguningnya daun kedua atau ketiga dari ujung ranting, yang diikuti dengan bercak hijau pada permukaan daun. Kemudian gejala berkembang sehingga seluruh permukaan daun berwarna kuning kecokelatan dan akhirnya gugur menyisakan ranting tanpa daun. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penyakit yang disebabkan oleh patogen Lasiodiplodia theobromae pada lahan kakao yang memiliki penanung berbeda. Metode. Penelitian ini dilaksanakan dikebun kakao yang berada di Dusun Leoran, Kecamatan Enrekang, Sulawesi Selatan, berlangsung dari bulan September – November 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan berupa blok dengan tiga perlakuan naungan yaitu naungan tertutup, terbuka, dan sedang. Parameter penelitian yang digunakan meliputi naungan, insidensi penyakit, intensitas cahaya. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa naungan berpengaruh terhadap perkembangan penyakit. Serangan penyakit ini lebih banyak ditemukan pada naungan terbuka karena infeksi cendawan L. theobromae awalnya terdapat daun-daun yang kering berwarna cokelat dan melekat pada ranting. Naungan terbuka (D1) memiliki intensitas cahaya tertinggi, yaitu 5179 lux dengan insidensi penyakit L. theobromae tertinggi 43,6%, naungan tertutup (D2) memiliki intensitas cahaya terendah yaitu 668 lux dengan insidensi penyakit L. theobromae terendah 17,4%, dan naungan sedang (D3) memiliki intensitas cahaya 1246 lux dengan insidensi penyakit L. theobromae 37,4%. Kesimpulan. Dengan demikian bahwa, ditemukan berkembangnya penyakit pada lahan terbuka dapat dijadikan landasan untuk pengendalian penyakit ini misalnya dengan sistem agroforestri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Insidensi, Intensitas cahaya, Parameter, Penyakit, Serangan. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Teknologi Produksi Tanaman Pangan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 06:35 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 06:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51309 |
