EKSTRAKSI BATANG SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DAN UJI BIOAKTIVITAS SEBAGAI ANTIDIABETES SECARA IN VITRO, IN VIVO DAN IN SILICO = EXTRACTION OF SAMBILOTO STEM (Andrographis paniculata) AND IT’S BIOACTIVITY TEST AS ANTIDIABETIC IN VITRO, IN VIVO AND IN SILICO


UTAMI, ZASKIA DWI (2025) EKSTRAKSI BATANG SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DAN UJI BIOAKTIVITAS SEBAGAI ANTIDIABETES SECARA IN VITRO, IN VIVO DAN IN SILICO = EXTRACTION OF SAMBILOTO STEM (Andrographis paniculata) AND IT’S BIOACTIVITY TEST AS ANTIDIABETIC IN VITRO, IN VIVO AND IN SILICO. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
H012212002-obMsRpCj3rq6JTai-20250415143819.jpg

Download (310kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
H012212002-1-2.pdf

Download (730kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
H012212002-dp.pdf

Download (162kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
H012212002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 March 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

ZASKIA DWI UTAMI. Ekstraksi Batang Sambiloto (Andrographis paniculata) dan Uji Bioaktivitas Sebagai Antidiabetes Secara In Vitro, In Vivo dan In Silico (dibimbing oleh Hasnah Natsir dan Herlina Rasyid) Latar Belakang. Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengobatan diabetes dilakukan secara oral atau dengan suntikan insulin, tetapi ini memiliki efek negatif pada tubuh, sehingga para penderita menggunakan obat tradisional atau herbal. Sambiloto adalah obat tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa yang terkandung dalam ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol batang sambiloto, mengevaluasi aktivitas antidiabetes ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol batang sambiloto secara in vitro, in vivo dan in silico. Metode. Penelitian secara in vitro dilakukan menggunakan metode DNS untuk mengukur kadar gula pereduksi dengan empat variasi konsentrasi (1000 ppm; 3000 ppm; 5000 ppm and 10000 ppm) ekstrak dan komtrol positif adalah akarbosa secara in vivo dengan metode induksi aloksan, serta secara in silico menggunakan metode penambatan molekul. Hasil. Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana batang sambilo mengandung alkaloid dan steroid, ekstrak etil asetat mengandung alkaloid dan terpenoid, serta ekstrak metanol mengandung flavonoid dan terpenoid. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol dari batang sambiloto memiliki daya inhibisi terhadap enzim α-amilase dengan nilai IC50 masing-masing 38,33; 38,31; dan 28,21 mg/mL. Berdasarkan klasifikasi IC50, seluruh ekstrak memiliki sifat antidiabetes yang sangat kuat. Hasil pengukuran darah mencit yang diberi akarbosa dan ekstrak etil asetat batang sambiloto dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB mampu menurunkan kadar gula darah terhadap mencit diabetes dengan rata-rata persen penurunan masing-masing sebesar 48,06; 18,7; 36,06 dan 49,48%. Hasil penambatan enzim α-amilase dengan senyawa sikloartenol sebagai ligan menunjukkan energi ikatan yang lebih rendah (-8,8 kkal/mol) dibandingkan dengan akarbosa (-8,2 kkal/mol). Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis secara in vitro, in vivo dan in silico, ekstrak batang sambiloto dapat menjadi alternatif obat antidiabetes alami.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Antidiabetes, in silico, in vitro, in vivo, sambiloto
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 11 Dec 2025 06:32
Last Modified: 11 Dec 2025 06:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51308

Actions (login required)

View Item
View Item