PERKEMBANGAN PENYAKIT VASCULAR STREAK DIEBACK (VSD) TANAMAN KAKAO PADA KEBUN DENGAN PENUTUPAN PENAUNG YANG BERBEDA DI KABUPATEN ENREKANG = THE DEVELOPMENT OF VASCULAR STREAK DIEBACK (VSD) DISEASE OF CACAO PLANTS IN PLANTATION WITH DIFFERENT SHADE CLOSURES IN ENREKANG REGENCY


HUSAIN, NOVIRA RAMADHANI (2025) PERKEMBANGAN PENYAKIT VASCULAR STREAK DIEBACK (VSD) TANAMAN KAKAO PADA KEBUN DENGAN PENUTUPAN PENAUNG YANG BERBEDA DI KABUPATEN ENREKANG = THE DEVELOPMENT OF VASCULAR STREAK DIEBACK (VSD) DISEASE OF CACAO PLANTS IN PLANTATION WITH DIFFERENT SHADE CLOSURES IN ENREKANG REGENCY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of COver]
Preview
Image (COver)
G061211013-gxdnrf92bSGPVs6q-20250613125915.jpg

Download (462kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G061211013-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G061211013-dp.pdf

Download (428kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G061211013-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

NOVIRA RAMADHANI HUSAIN. Perkembangan penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) tanaman kakao pada kebun dengan penutupan penaung yang berbeda di Kabupaten Enrekang (dibimbing oleh Ade Rosmana). Latar Belakang. Produksi kakao di Indonesia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir akibat banyaknya tanaman kakao yang telah melewati usia produktif. Salah satu daerah penghasil kakao utama, Kabupaten Enrekang, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan produktivitas karena tanaman yang sudah tua dan rentan terhadap penyakit, terutama Vascular Streak Dieback (VSD). Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan penyakit ini adalah tingkat penutupan penaung dalam sistem budidaya kakao. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penutup naungan terhadap perkembangan penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) yang disebabkan oleh Ceratobasidium theobromae. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di tiga lahan kebun kakao dengan tingkatan naungan yang berbeda yakni : 1) Naungan terbuka; 2) Naungan tertutup; dan 3) Naungan tertutup sedang, dan mengambil 5–10% populasi di setiap lahan, kemudian ditentukan lima blok pohon kakao. Pohon kakao yang diamati ditentukan secara diagonal yaitu membuat titik dari bagian sudut kanan, kiri, bagian depan, belakang dan tengah lahan. Pengamatan sampel di setiap lahan dilakukan dengan mengamati tiga paramater, yaitu naungan, insidensi penyakit, dan intensitas cahaya. Hasil. Naungan terbuka (D1) memiliki intensitas cahaya tertinggi, yaitu 5178,6 lux dengan insidensi penyakit VSD terendah 11,6%, naungan tertutup (D2) memiliki intensitas cahaya terendah, yaitu 667,6 lux dengan insidensi penyakit VSD tertinggi 44,8%, dan naungan tertutup sedang (D3) memiliki intensitas cahaya sebesar 1245,54 lux dengan insidensi penyakit VSD 31,2%. Kesimpulan. Kelembapan yang dipengaruhi oleh intensitas cahaya menjadi faktor utama yang mempengaruhi perkembangan penyakit VSD. Kondisi naungan tertutup yang memiliki intensitas cahaya rendah cenderung meningkatkan kelembapan, sehingga memicu pertumbuhan dan penyebaran cendawan C. theobromae.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ceratobasidium theobromae; insidensi; intensitas cahaya; naungan; kelembapan
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Teknologi Produksi Tanaman Pangan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 11 Dec 2025 06:08
Last Modified: 11 Dec 2025 06:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51306

Actions (login required)

View Item
View Item