Model Pengeringan Lapisan Tipis Kunyit (Curcuma longa Linn.) Blanching dan Non Blanching = Blanching and Non blanching Turmeric (Curcuma longa Linn.) Thin Layer Drying Model


ALIFAH AZIS, NUR (2025) Model Pengeringan Lapisan Tipis Kunyit (Curcuma longa Linn.) Blanching dan Non Blanching = Blanching and Non blanching Turmeric (Curcuma longa Linn.) Thin Layer Drying Model. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G041211060-gCes0EpRQyIfhq1z-20250623152135.jpg

Download (314kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G041211060-1-2.pdf

Download (266kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G041211060-dp.pdf

Download (129kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G041211060-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 May 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Kunyit berupa salah satu tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan dasar dalam industri kosmetik, obat-obatan, serta minuman herbal. Pengeringan lapisan tipis digunakan untuk mengawetkan bahan pangan yang memiliki kadar air tinggi dan mudah rusak guna memperpanjang masa simpannya. Blanching dapat menjadi salah satu cara untuk menonaktifkan mikroorganisme maupun enzim yang dapat menurunkan kualitas produk, serta membantu membuka pori-pori pada kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana perlakuan blanching dan non blanching serta variasi suhu pengeringan terhadap karakteristik pengeringan lapisan tipis kunyit, sekaligus menentukan model pengeringan lapisan tipis yang paling sesuai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk perlakuan blanching selama 10 menit pada suhu 90 °C dan perlakuan tanpa blanching. Kemudian, sampel dikeringkan pada suhu 50 °C dam 60 °C hingga berat sampel konstan. Kadar air, moisture ratio, laju pengeringan dan model pengeringan berupa parameter yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blanching dapat mempercepat proses pengeringan kunyit, terutama pada suhu pengeringan yang lebih tinggi. Model Page memiliki nilai R2 tertinggi untuk semua perlakuan dibandingkan dengan model Newton dan model Henderson-Pabis. Kesimpulan yang didapatkan yaitu suhu pengeringan mempengaruhi laju pengeringan dan model Page menjadi model yang paling sesuai untuk menunjukkan proses pengeringan lapisan tipis kunyit baik pada kunyit dengan perlakuan blanching maupun non blanching.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Suhu, Kadar air dan Laju Pengeringan.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Keteknikan Pertanian
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 11 Dec 2025 05:14
Last Modified: 11 Dec 2025 05:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51297

Actions (login required)

View Item
View Item