SUKIMAN, SUKIMAN (2025) Penularan Pepper Yellow Leaf Curl Indonesia Virus (PepYLCIV) Melalui Benih dan Keberadaan Vektornya, Bemisia tabaci (GENN.) (HEMIPTERA : ALEYRODIDAE) pada Tanaman Cabai yang Terinfeksi dan Tidak Terinfeksi oleh PepYLCIV = Seed-borne Transmission of Pepper Yellow Leaf Curl Indonesia Virus (PepYLCIV) and the Presence of its Vector, Bemisia tabaci (GENN.) (HEMIPTERA : ALEYRODIDAE) in Chili Plants Infected and Uninfected by PepYLCIV. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
G022231004-n5LpjJUWKikF7ZEs-20250621075328.jpg
Download (544kB) | Preview
G022231004-1-2.pdf
Download (305kB)
G022231004-dp.pdf
Download (172kB)
G022231004-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Pepper yellow leaf curl Indonesia virus (PepYLCIV) merupakan salah satu patogen penting pada tanaman cabai yang ditularkan oleh vektor Bemisia tabaci dan berpotensi juga ditularkan melalui benih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan PepYLCIV pada buah, benih dan bibit tanaman cabai varietas pilar dan baja yang berasal dari tanaman terserang PepYLCIV. Uji PCR menggunakan primer spesifik DNA-A dan DNA-B dilakukan pada bagian daging buah, biji utuh, embrio, endosperm, kotiledon, daun sejati dari bibit dari benih tanaman varietas baja dan pilar yang terinfeksi serta benih kemasan varietas Pilar F1 dan Baja MC F1. Hasil menunjukkan bahwa DNA-A dan DNA-B ditemukan pada sampel daging buah dan biji dari tanaman yang terinfeksi PepYLCIV baik varietas baja maupun varietas pilar sedangkan pada sampel embrio dan endosperm dari buah yang terinfeksi PepYLCIV hanya ditemukan pita DNA yang tipis pada kedua varietas. Sampel benih Pilar F1 dan Baja MC F1, kotiledon dan daun sejati pada kedua varietas tidak ada pita DNA yang terdeteksi. Analisis sekuens DNA menunjukkan tingkat homologi nukleotida sebesar 94,9–99,7% terhadap isolat PepYLCIV lain di Indonesia, dengan kekerabatan erat terhadap isolat dari Jawa dan Sumatra. Pengujian transmisi melalui benih menunjukkan gejala kuning keriting pada tanaman yang berasal dari benih tanaman terinfeksi, dengan insidensi tertinggi 0,08% pada varietas Pilar. Survei lapangan di lima kabupaten menunjukkan populasi B. tabaci lebih tinggi pada tanaman inang alternatif (terong, singkong, daun Afrika) dibandingkan tanaman cabai, meskipun insidensi dan keparahan penyakit PepYLCIV pada cabai tetap tinggi. Hasil ini menunjukkan potensi penularan vertikal PepYLCIV dalam skala sangat rendah serta pentingnya pengelolaan vektor dan tanaman inang alternatif dalam sistem budidaya cabai.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pepper yellow leaf curl Indonesia virus (PepYLCIV), Bemisia tabaci, transmisi melalui benih, PCR, cabai, survei lapangan |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Hama dan Peny. Tumbuhan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 04:55 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 04:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51290 |
