PUSPITASARI, PUTRI (2025) MAJAS HIPERBOLA DALAM PUISI KALINDAQDAQ = HYPERBOLE IN KALINDAQDAQ POETRY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F021211047-Cover.jpg
Download (53kB) | Preview
F021211047-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (261kB)
F021211047-dp(FILEminimizer).pdf
Download (91kB)
F021211047-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Putri Puspitasari, 2025. Majas Hiperbola dalam Puisi Kalindaqdaq: Makna Konotasi (Dibimbing oleh Dafirah). Skripsi ini membahas tentang “Majas Hiperbola dalam Puisi Kalindaqdaq”. Penelitian ini menguraikan jenis-jenis majas hiperbola dan menganalisis tujuan penggunaan majas hiperbola dalam puisi kalindaqdaq. Adapun metode dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan studi pustaka, di mana data primer diperoleh dari buku Puisi Mandar Kalindaqdaq dalam Beberapa Tema karya Suradi Yasil, dan data sekunder dari referensi pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis majas hiperbola dalam puisi kalindaqdaq, yaitu hiperbola emosional tallallaq di pamaiq (tak lepas-lepas dari kalbu), mettonang banda (aku tergenang sudah), tunaq-tunaq paq iyau, anna daunna sarre (sungguh aku lebih hina dari pada daun serai). Hiperbola fisik yaitu, rusaq batammaq iyau (telah rusak kesehatanku). Hiperbola kuantitatif yaitu, metattangaq lambi sajuta kali (aku akan menunggu sejuta kali). Hiperbola imajinatif yaitu, batu tojang di lolongang (batu apung di tengah laut), uliq lannyngmu (karena pada kulit halus adik), dio di iqo (andalah yang empunya), marinding kittaq (berdinding alhadis). Hiperbola ironis yaitu poleq paqlolang posa (telah datang petandang kucing). Hiperbola fantastik tallang diaya dilangiq (tenggelam di atas langit), sarombong bandi (terbau juga). Tujuan penggunaan majas hiperbola dalam puisi ini terbagi menjadi empat, yaitu: (1) membuat kesan kuat dan mendalam dengan melampaui kenyataan untuk dramatisasi; (2) menambah keindahan sebagai alat untuk memperkaya estetika puisi; (3) menimbulkan emosi sebagai sarana pengungkap tekanan batin yang intens; dan (4) menambah daya imajinasi pembaca atau pendengar dengan menciptakan visual yang fantastis atau absurd. Dengan demikian, hiperbola dalam Kalindaqdaq berfungsi sebagai perangkat linguistik yang efektif untuk memperkuat ekspresi, membangun estetika, dan menghubungkan penyair dengan audiens melalui pengalaman emosional dan imajinatif yang mendalam.
Keyword: Hyperbole, Kalindaqdaq, Mandar Poetry.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hyperbole, Kalindaqdaq, Mandar Poetry. |
| Subjects: | P Language and Literature > PC Romance languages |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 02:38 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 02:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51283 |
