Makna Simbol Benda dalam Ritual Ammoterang keluarga I Patoedangi Daeng Pole Karaeng Galesong Ke-7 Matinroa Ri Bobo Jangang = The Meaning of Symbolic Objects in the Ammoterang Ritual of the Family of I Patoedangi Daeng Pole, the 7th Karaeng Galesong, Matinroa ri Bobo Jangang


NURLAELA, ANDI (2025) Makna Simbol Benda dalam Ritual Ammoterang keluarga I Patoedangi Daeng Pole Karaeng Galesong Ke-7 Matinroa Ri Bobo Jangang = The Meaning of Symbolic Objects in the Ammoterang Ritual of the Family of I Patoedangi Daeng Pole, the 7th Karaeng Galesong, Matinroa ri Bobo Jangang. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F021181306-Cover.jpeg

Download (29kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F021181306-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (179kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F021181306-dp(FILEminimizer).pdf

Download (92kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F021181306-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 8 July 2027.

Download (742kB)

Abstract (Abstrak)

Andi Nurlaela. 2025. Makna Simbol Benda Yang Terdapat Dalam Ritual Ammoterang Keluarga I Patoedangi Daeng Pole Karaeng Galesong Matinroa Ri Bobo Jangang. (di bimbing oleh Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, M.Hum.) Penelitian ini membahas makna simbol benda-benda dalam tradisi Ammoterang yang oleh keluarga I Patoedangi Daeng Pole Karaeng Galesong ke-7, Matinroa Ri Bobo Jangang, khususnya ketika anggota keluarga yang dituakan meninggal dunia. Tradisi ini memanfaatkan benda-benda seperti Baju Bodo, Lipa’ Sabbe, Kulambu, Lallung, dan Taluttu’ yang umumnya digunakan dalam upacara pernikahan namun dalam konteks ini justru digunakan dalam ritual kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna simbolik dari benda-benda tersebut dalam konteks ritual kematian bangsawan Galesong terkhusus keluarga I Patoedangi Daeng Pole Karaeng Galesong ke-7 Mattinroa Ri Bobo Jangang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce, yang membagi tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan benda-benda tersebut merepresentasikan penghormatan terhadap status sosial, kesinambungan nilai-nilai leluhur, dan peralihan peran benda sakral dari kehidupan ke kematian. Simbol- simbol tersebut memperkuat identitas keluarga bangsawan serta menjadi penanda hubungan spiritual antara yang hidup dan yang telah wafat. Tradisi Ammoterang juga berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya lokal dalam masyarakat Galesong di tengah arus perubahan zaman.

Keyword : Ammoterang, simbol, semiotika, Karaeng Galesong, ritual kematian, bangsawan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ammoterang, symbols, semiotics, Galesong culture, death ritual, nobility.
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 10 Dec 2025 02:35
Last Modified: 10 Dec 2025 02:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51215

Actions (login required)

View Item
View Item