RIJAL, SYAMSUL (2025) PELESTARIAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DAYAK DI KALIMANTAN TIMUR: KAJIAN EKOLINGUISTIK = ENVIRONMENTAL CONSERVATION BY DAYAK COMMUNITIES IN EAST KALIMANTAN: AN ECOLINGUISTIC STUDY. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
F013221004-Cover.jpg
Download (278kB) | Preview
F013221004-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (500kB)
F013221004-dp(FILEminimizer).pdf
Download (119kB)
F013221004-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 7 August 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
SYAMSUL RIJAL. Pelestarian Lingkungan Masyarakat Dayak di Kalimantan Timur: Kajian Ekolinguistik (dimbimbing oleh Muhammad Hasyim, Lukman, dan Ery Iswary). Suku Dayak sudah menyatu dengan hutan. Aktivitas mereka dipengaruhi oleh praksis sosial yang terkait dengan budaya mereka di pedalaman hutan. Pemikiran dan pengetahuan suku Dayak terlihat dalam empat aktivitas, yakni aktivitas pertanian, berburu, menangkap ikan, dan mencari hasil hutan. Dari keempat aktivitas tersebut terdapat kosakata yang menggambarkan cara berpikir dan pengetahuan suku Dayak. Hal itulah yang dibahas dalam penelitian ini, yakni untuk melihat pola kognisi ekologi aktivitas sosial budaya masyarakat Dayak; untuk mengetahui konsep pelestarian lingkungan dalam kosakata bahasa Dayak secara ekolinguistik; dan untuk mengetahui ideologi pelestarian lingkungan dalam bahasa Dayak berdasarkan perspektif ekolinguistik. Penelitian ini dirancang secara deskriptif kualitatif dengan berfokus pada data bahasa Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Data tersebut diperoleh dengan metode observasi dan wawancara melalui teknik catat dan rekam. Data yang telah dikumpulkan lalu diklasifikasikan sesuai tujuan penelitian, kemudian ditampilkan dalam bentuk narasi dan tabel. Proses analisis data berpatokan pada pendekatan ekolinguistik dalam tiga teori yakni, teori Pola Kognisi Ekologi yang melihat hubungan antara alam, kognitif, dan sosiokultural; Teori Ekolinguistik Dialektikal yang melihat hubungan antara dimensi ideologi, dimensi sosiologi, dan dimensi biologi; serta Teori Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk yang menganalisis antara dimensi teks, dimensi kognitif, dan dimensi sosial untuk melihat ideologi bahasa Dayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Dayak, pemikiran dan pengetahuan mereka dibentuk melalui tiga pola, yakni pola logika, pola mitos, dan gabungan pola logika-mitos. Selain itu, hasil analisis antara dimensi ideologi, dimensi sosiologi, dan dimensi biologi menunjukkan bahwa bahasa Dayak mengandung konsep pelestarian lingkungan yang dijalankan melalui aktivitas sehari-hari, yakni konsep berkelanjutan, konsep ramah lingkungan, konsep penghijauan, dan konsep konservasi ekosistem. Hasil analisis data melalui wacana kritis juga menunjukkan adanya ideologi pelestarian lingkungan yang tedapat dalam bahasa Dayak, yakni ideologi kaharmonisan, ideologi kesederhanaan, dan ideologi penghormatan terhadap alam. Dengan demikian, bahasa Dayak menjadi wahana untuk mewariskan nilai-nilai ekologis yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Keyword : ekolinguistik, kognisi ekologi, pelestarian lingkungan, ideologi bahasa, Dayak, Benuaq, Tunjung.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ecolinguistics, Ecological Cognition, Environmental Preservation, Language ideology, Dayak, Benuaq, Tunjung. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Linguistik |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 02:43 |
| Last Modified: | 10 Dec 2025 02:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51212 |
