YUSUF, RUDY (2025) STRATEGI IDEOLOGIS DALAM REPRESENTASI JEPANG PADA JUDUL VIDEO YOUTUBE DAN RESEPSI NETIZEN INDONESIA: STUDI WACANA KRITIS = IDEOLOGICAL STRATEGIES IN THE REPRESENTATION OF JAPAN IN YOUTUBE VIDEO TITLES AND THE PERCEPTIONS OF INDONESIAN NETIZENS: A CRITICAL DISCOURSE STUDY. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
F013201001-Cover.png
Download (330kB) | Preview
F013201001-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (478kB)
F013201001-dp(FILEminimizer).pdf
Download (141kB)
F013201001-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 1 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Rudy Yusuf. 2025. Strategi Ideologis dalam Representasi Jepang pada Judul Video YouTube dan Resepsi Netizen Indonesia: Studi Wacana Kritis (dibimbing oleh Muhammad Darwis, Ikhwan M. Said dan Andi Faisal). Tujuan penelitian yaitu menguraikan representasi “Jepang” yang dikonstruksi dan dioperasikan sebagai instrumen ideologis dalam ruang digital Indonesia, serta bagaimana posisi ideologis netizen Indonesia dipetakan melalui respons mereka di platform YouTube. Dengan menggunakan pendekatan linguistik terapan, penelitian ini menjawab dua rumusan masalah utama: (1) bagaimana representasi Jepang dibentuk dalam judul video sebagai sarana produksi makna, afeksi, dan relasi kuasa antara kreator dan netizen; dan (2) bagaimana posisi ideologis netizen Indonesia dapat dikenali melalui analisis komentar-komentar yang muncul. Penelitian ini menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (Van Dijk), teori interpelasi ideologis (Althusser), dan ekonomi politik media (Mosco), dengan data berupa judul dan komentar video dari dua channel YouTube populer: Genki Banget dan Neo Japan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi daring, dokumentasi data, dan pengambilan sampel purposive dengan tangkap layar dan catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa judul-judul video bekerja secara strategis dalam memanggil netizen ke dalam posisi ideologis tertentu melalui pemilihan kata, struktur kalimat, dan afeksi. Representasi Jepang dikonstruksi sebagai entitas yang akrab, unggul, dan aspiratif, memperkuat citra positif yang mendukung dominasi simbolik dan relasi kuasa pascakolonial. Terdapat perbedaan dan persamaan dalam strategi kedua chennel. Genki Banget lebih menekankan pendekatan humoris dan interkultural dengan menampilkan orang Jepang yang belajar budaya Indonesia, sehingga netizen diposisikan sebagai penilai atau pemilik budaya lokal. Sebaliknya, Neo Japan membangun narasi emosional dan domestik seperti kisah keluarga dan perjuangan hidup di Jepang, yang mendorong penonton mengidentifikasi diri dalam mimpi bekerja atau berkeluarga di Jepang. Keduanya sama-sama menggunakan strategi afektif dan narasi positif tentang Jepang, namun berbeda dalam orientasi pemanggilan subjektivitas: satu berbasis pengamatan, satu berbasis aspirasi. Analisis komentar netizen memperlihatkan bahwa mayoritas penonton menempati posisi hegemonik dan negosiasi, dengan sebagian kecil menunjukkan resistensi. Ini menandakan bahwa representasi ideologis tentang Jepang dalam konten video tidak hanya diterima, tetapi juga diinternalisasi dan disesuaikan oleh netizen Indonesia. Afeksi menjadi medium utama dalam menyamarkan ideologi, sementara algoritma YouTube berperan sebagai aparatus distribusi dan monetisasi ideologis.
Keyword : Jepang, ideologi, representasi, YouTube, linguistik terapan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Japan, ideology, representation, YouTube, applied linguistics. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Linguistik |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 02:38 |
| Last Modified: | 10 Dec 2025 02:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51210 |
