Auliah, Nielma (2025) Pengaruh Pemberian Sediaan Gel Fitosom Ekstrak Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) terhadap Dinamika Kadar Transforming Growth Factor (TGF β1), VEGF, Granulasi, dan Epitelisasi Jaringan pada Proses Penyembuhan Luka Akut pada Tikus Model = The Effect Of The Phytosome Gel Preparation Of White Turmeric Extract (Curcuma Zedoaria Rosc.) On The Dynamics Of Transforming Growth Factor (TGF-β1), Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), Granulation, And Epithelialization Of Tissue In The Process Of Acute Wound Healing In A Mouse Model. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013191008-Zyi3GuERaOmj2rfc-20250630151353.jpg
Download (340kB) | Preview
C013191008-1-2.pdf
Download (1MB)
C013191008-dp.pdf
Download (217kB)
C013191008-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
NIELMA AULIAH. Pengaruh Pemberiaan Sediaan Gel Fitosom Ekstrak Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) Terhadap Dinamika Kadar Transforming Growth Factor (TGF β1), Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), Granulasi dan Epitelisasi Jaringan Pada Proses Penyembuhan Luka Akut Pada Tikus Model (dibimbing oleh Sartini, Khairuddin Djawad, Irfan Idris) Penelitian ini bertujuan memformulasi dan mengetahui efektivitas ekstrak Temu Putih secara in vivo pada tikus wistar. Metode : rimpang temu putih dimaserasi dengan etanol, kemudian ekstrak kental di skrining fitokimia dan penetapan kadar polifenol, selanjutnya di buat dalam bentuk fitosom dengan mencampurkan ekstrak dan fosfatidilkolin. Fitosom yang terbentuk di uji secara makro dan mikroskopik. Fitosom kemudian dibuat dalam bentuk sediaan gel dan uji kestabilan fisik yang meliputi organoleptis, pH, daya sebar, dan viskositas. Uji efektivitas gel fitosom dilakukan pada luka eksisi di punggung tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol temu putih mengandung flavonoid,, saponin, alkaloid, dan tanin. Kadar polifenol yang terkandung dalam ekstrak sebesar 1,639 %. Persentasi penjerapan fitosom 0,5 g sebesar 85,64% dengan ukuran partikel 432,995 nm. Hasil uji stabilitas sediaan gel fitosom menunjukkan stabil secara fisika dan kimia. Penurunan diameter dari hari ke 3 sampai hari ke 11 menunjukkan penurunan yang signifikan di beberapa kelompok perlakuan dengan nilai p < 0,05. Kadar TGF β1 dan VEGF mengalami peningkatan dari hari 3 sampai hari ke 11. Hasil histopatologi menunjukkan untuk kategori granulasi menunjukkan pembentukan jaringan granulasi pada hari ke 11, penurunan sel radang dan pembentukan jaringan epitelisasi menunjukkan hasil yg positif. Kata kunci: Gel fitosom ekstrak temu putih, Luka, TGF β1, VEGF, Granulasi, Epitelisasi
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Gel fitosom ekstrak temu putih, Luka, TGF β1, VEGF, Granulasi, Epitelisasi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 02:03 |
| Last Modified: | 10 Dec 2025 02:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51206 |
