NURKHALISHAH, SITTI (2025) KARAKTERISTIK PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA ANAK DI PUSKESMAS KASSI-KASSI MAKASSAR PERIODE JULI-DESEMBER TAHUN 2023 = CHARACTERISTICS OF ACUTE RESPIRATORY TRACT INFECTIONS IN CHILDREN AT KASSI-KASSI MAKASSAR HEALTH CENTER FOR THE PERIOD OF JULY-DECEMBER 2023. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011211228-0Sk8M1rRe9dl3LuN-20250701144530.png
Download (154kB) | Preview
C011211228-1-2.pdf
Download (182kB)
C011211228-dp.pdf
Download (61kB)
C011211228-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 May 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Beakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, termasuk tenggorokan, hidung, dan paru-paru, dengan durasi sekitar 14 hari. ISPA umumnya memengaruhi struktur saluran pernapasan di atas laring, meskipun seringkali menyerang bagian saluran pernapasan atas dan bawah secara bersamaan atau bertahap. Penting untuk mengetahui karakteristik ISPA untuk menegakkan diagnosis dan memberikan penatalaksanaan yang tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada anak di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode Juli–Desember tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien anak yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang memenuhi kriteria inklusi di Puskesmas Kassi-Kassi selama periode Juli–Desember 2023. Data dianalisis secara deskriptif untuk menampilkan frekuensi, presentase, serta rerata dari variable-variabel yang diobservasi. Hasil: Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai karakteristik Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISPA paling sering terjadi pada kelompok balita usia 1-4 tahun (53,88%). Distribusi kasus antara pasien laki-laki (50,2%) dan perempuan (49,8%) yang hampir seimbang mengindikasikan bahwa jenis kelamin tidak menjadi faktor determinan dalam kejadian ISPA. Secara klinis, gejala yang paling dominan adalah batuk (76,7%), dan distribusi gejala kombinasi batuk, demam, dan pilek sebagai manifestasi tersering (24,2%). Dalam hal distribusi diagnosis, faringitis (50,2%) dan rhinofaringitis (45,7%) mendominasi, sementara pneumonia yang termasuk kategori berat hanya ditemukan pada 3,7% kasus. Didapatkan temuan tingginya pemberian antibiotik (40,1%), terutama amoxicillin (33,3%). Kesimpulan: Secara keseluruhan, penelitian ini tidak hanya mengkonfirmasi pola epidemiologi ISPA anak yang sudah dikenal, tetapi juga mengungkap tantangan nyata dalam praktik klinis sehari-hari, khususnya dalam hal diagnosis banding antara ISPA viral dan bakterial serta kecenderungan penggunaan antibiotik yang masih tinggi. Temuan ini menjadi landasan penting untuk pengembangan protokol klinis yang lebih tepat, dengan penekanan pada pendekatan diagnostik yang akurat dan tatalaksana yang sesuai.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | infeksi saluran pernapasan akut, anak, karakteristik |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 01:49 |
| Last Modified: | 10 Dec 2025 01:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51200 |
