E-MODUL ETNOPEDAGOGI TERINTEGRASI TIKTOK UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PADA ERA KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 1 GOWA = TIKTOK INTEGRATED ETHNOPEDAGOGY E-MODULE FOR GERMAN LANGUAGE LEARNING IN THE ERA OF THE INDEPENDENT CURRICULUM AT SMA NEGERI 1 GOWA


ANWAR, MUH. WARDIHAM (2025) E-MODUL ETNOPEDAGOGI TERINTEGRASI TIKTOK UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PADA ERA KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 1 GOWA = TIKTOK INTEGRATED ETHNOPEDAGOGY E-MODULE FOR GERMAN LANGUAGE LEARNING IN THE ERA OF THE INDEPENDENT CURRICULUM AT SMA NEGERI 1 GOWA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F012231004-Cover.jpg

Download (342kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F012231004-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (456kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F012231004-dp(FILEminimizer).pdf

Download (159kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F012231004-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 14 July 2027.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji keefektifan e-Modul etnopedagogi terintegrasi TikTok dalam pembelajaran bahasa Jerman di tingkat SMA berbasis Kurikulum Merdeka. Pengembangan modul dilakukan dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), serta pendekatan campuran yang mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dan kontrol, sedangkan data kualitatif dihimpun melalui angket, wawancara, simulasi dan proyek kreatif siswa. Hasil validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan bahwa e-Modul memenuhi standar kelayakan sangat baik dengan skor di atas 90%. Uji keefektifan melalui independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan pada hasil post-test (t(58) = 4,944, p < 0,001) dengan ukuran efek besar (Cohen’s d = 1,276). Secara kualitatif, siswa pada kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan motivasi, keterlibatan aktif, serta keterampilan berbicara dan pemahaman lintas budaya yang lebih baik. Proyek budaya dan refleksi siswa juga menunjukkan perkembangan dimensi Intercultural Communicative Competence (ICC), seperti kesadaran budaya dan kemampuan membandingkan nilai budaya lokal dengan budaya target. Analisis isi terhadap e-Modul menunjukkan bahwa teks multimodal terdiri atas video TikTok, gambar budaya, audio pelafalan, dan teks bilingual memiliki fungsi pedagogis dan budaya yang saling melengkapi, serta mendukung capaian pembelajaran kontekstual abad ke-21. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi antara pendekatan etnopedagogi dan platform digital populer seperti TikTok dapat menjadi strategi inovatif dalam pembelajaran bahasa asing yang kontekstual, reflektif, dan relevan bagi generasi digital.

Keyword : e-Modul, etnopedagogi, TikTok, bahasa Jerman, keterampilan berbicara, pembelajaran lintas budaya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: e-Module, ethnopedagogy, TikTok, German, speaking skills, cross-cultural learning.
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Linguistik
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 10 Dec 2025 02:31
Last Modified: 10 Dec 2025 02:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51198

Actions (login required)

View Item
View Item