YUSUF, DAHLIA (2025) PENGGUNAAN CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA, BAHASA BUGIS, DAN BAHASA MAKASSAR DI KALANGAN APARATUR DESA KABBA KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN : TINJAUAN PUSTAKA = The Use of Code-Mixing Of Indonesian, Bugis, and Makassarese Among Village Officials in Kabba, Pangkajene and Islands Regency : A Sociolinguistic. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F011211044-Cover.jpeg
Download (157kB) | Preview
F011211044-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (261kB)
F011211044-dp(FILEminimizer).pdf
Download (169kB)
F011211044-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2027.
Download (885kB)
Abstract (Abstrak)
DAHLIA YUSUF. F011211044. Penggunaan Penggunaan Campur Kode Bahasa Indonesia, Bahasa Bugis, dan Bahasa Makassar di Kalangan Aparatur Desa Kabba Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan: Tinjauan Sosiolinguistik (dibimbing oleh Kaharuddin) Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam tuturan aparatur Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian diarahkan pada penggunaan bahasa Indonesia yang bercampur dengan bahasa daerah, khususnya Bugis dan Makassar dalam interaksi formal maupun informal di lingkungan kerja aparatur Desa Kabba, Kec. Minasatene, Kab. Pangkajene dan Kepulauan. Sumber data diperoleh dari tuturan lisan aparatur desa yang mengandung unsur campur kode. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, rekam, dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang ditemukan meliputi campur kode dalam bentuk kata, frasa, dan klausa. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode meliputi identifikasi terhadap ragam bahasa, identitas peran sosial penutur, serta keinginan untuk menjelaskan atau menafsirkan informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode tidak hanya mencerminkan kebiasaan linguistik, tetapi juga merupakan bagian dari strategi komunikasi sosial yang mencerminkan kedekatan budaya dan efektivitas penyampaian informasi dalam pelayanan publik tingkat desa.
Kata kunci : tuturan, campur kode, bilingualisme, aparatur desa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Speech, code-switching, bilingualism, village officials. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 00:57 |
| Last Modified: | 10 Dec 2025 00:57 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51193 |
