Kejadian Neutropenia Pada Pasien Pasca Kemoterapi Kanker Payudara di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Tahun 2024 = The Incidence of Neutropenia in Post-Chemotherapy Breast Cancer Patients at Universitas Hasanuddin Teaching Hospital in 2024


MUHAMMAD, IZZAT (2025) Kejadian Neutropenia Pada Pasien Pasca Kemoterapi Kanker Payudara di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Tahun 2024 = The Incidence of Neutropenia in Post-Chemotherapy Breast Cancer Patients at Universitas Hasanuddin Teaching Hospital in 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
C011211170-UtFQZoTGsPMnqjDe-20250701004710.jpg

Download (284kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C011211170-1-2.pdf

Download (380kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C011211170-dp.pdf

Download (113kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
C011211170-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 January 2027.

Download (9MB)

Abstract (Abstrak)

Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan kanker payudara menjadi jenis kanker paling umum pada wanita dan penyebab kematian tertinggi di kelompok ini. Insidensi kanker payudara bervariasi di berbagai negara, dipengaruhi oleh faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan. Di Indonesia, kanker payudara memiliki insidensi tertinggi, dengan angka 26 per 100.000 perempuan, dan menjadi penyebab utama pasien rawat inap serta rawat jalan di rumah sakit. Kanker payudara bersifat multifaktorial, dengan faktor risiko seperti estrogen, menarche dini, menopause terlambat, obesitas pascamenopause, konsumsi alkohol, kontrasepsi hormonal, dan mutasi genetik tertentu. Sebaliknya, melahirkan dan menyusui dapat memberikan efek protektif. Pengobatan kanker payudara telah berkembang dengan kombinasi kemoterapi yang lebih efektif, termasuk agen seperti taxanes, doxorubicin, dan carboplatin, serta terapi target seperti trastuzumab untuk HER-2/neu. Namun, kemoterapi sering menimbulkan efek samping serius, seperti neutropenia, yang meningkatkan risiko infeksi, morbiditas, dan mortalitas. Neutropenia parah dapat menyebabkan penundaan atau pengurangan dosis kemoterapi, yang berpotensi menurunkan efektivitas pengobatan. Berdasarkan hal ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian neutropenia pada pasien pasca kemoterapi kanker payudara di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin pada tahun 2024.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian neutropenia pada pasien kanker payudara pasca kemoterapi di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin periode Juni 2024- Desember 2024. Analisis dilakukan berdasarkan beberapa variabel, yaitu usia pasien, stadium kanker, jenis regimen kemoterapi yang digunakan, serta tingkat keparahan atau derajat neutropenia yang dialami pasien. Metode. Penelitan ini menggunakan penelitian metode desain observasional retrospektif deskriptif-analitik dengan rancangan Purposive Sampling (juga dikenal sebagai sampling bertujuan), yaitu memilih sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya untuk menganalisis dan mengidentifikasi kejadian neutropenia pada pasien pasca kemoterapi kanker payudara di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin pada tahun 2024. Hasil. Berdasarkan analisis crosstab, regimen kemoterapi Cyclophosphamide + Epirubicin + Paclitaxel paling sering digunakan, dengan distribusi derajat neutropenia yang bervariasi, sedangkan Cyclophosphamide + Docetaxel + Doxorubicin terkait dengan neutropenia berat. Stadium kanker lanjut seperti stadium IV menunjukkan distribusi neutropenia yang lebih merata, sedangkan stadium awal seperti stadium IIA didominasi neutropenia berat. Semakin banyak regimen kemoterapi yang digunakan, risiko neutropenia berat meningkat, terutama pada pasien yang menerima 3 regimen. Kelompok usia dewasa lebih sering mengalami neutropenia berat dibandingkan lansia. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan antara regimen, stadium kanker, usia, dan derajat neutropenia.Kesimpulan. Neutropenia merupakan efek samping hematologis yang signifikan akibat kemoterapi, yang terjadi akibat supresi sumsum tulang oleh agen sitotoksik, mengurangi produksi neutrofil. Risiko dan tingkat keparahan neutropenia dipengaruhi oleh jenis kemoterapi, jumlah kemoterapi, karakteristik pasien, dan faktor risiko seperti usia lanjut, invasi sumsum tulang, serta viii parameter klinis lainnya. Regimen kemoterapi tertentu, seperti kombinasi Docetaxel, Cyclophosphamide, Epirubicin serta Docetaxel dan Cisplatin, lebih berisiko menyebabkan neutropenia, sementara regimen lain, seperti Carboplatin mingguan, menunjukkan risiko lebih rendah. Keberagaman efek ini juga dipengaruhi oleh sifat farmakologis masing-masing agen kemoterapi. Neutropenia tidak hanya membatasi dosis kemoterapi, tetapi juga meningkatkan risiko infeksi, sehingga pemahaman mendalam mengenai risiko ini penting dalam merancang strategi pencegahan seperti penggunaan G-CSF

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kanker Payudara, Neutropenia, Regimen Kemoterapi, Faktor Resiko, G-CSF (Granulocyte Colony-Stimulating Factor)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 10 Dec 2025 00:38
Last Modified: 10 Dec 2025 00:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51185

Actions (login required)

View Item
View Item