Pemantauan hama pasca panen dengan metode pengamatan langsung, penggunaan probe dan penggunaan perekat dan Butiran Atraktan Di Gudang Beras Bulog = Post-harvest pest monitoring with direct observation method, use of probes and use of adhesives and attractant granules in Bulog Rice Warehouse


RAJAMUDDIN, RAJAMUDDIN (2025) Pemantauan hama pasca panen dengan metode pengamatan langsung, penggunaan probe dan penggunaan perekat dan Butiran Atraktan Di Gudang Beras Bulog = Post-harvest pest monitoring with direct observation method, use of probes and use of adhesives and attractant granules in Bulog Rice Warehouse. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of G022211002-ybOzJi0Bp2PZCIk8-20250624180339.png]
Preview
Image
G022211002-ybOzJi0Bp2PZCIk8-20250624180339.png

Download (152kB) | Preview
[thumbnail of G022211002-1-2.pdf] Text
G022211002-1-2.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of G022211002-dp.pdf] Text
G022211002-dp.pdf

Download (94kB)
[thumbnail of G022211002-fulll.pdf] Text
G022211002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Hama pascapanen merupakan masalah terbesar selama penyimpanan, sehingga perlu pemantauan populasinya untuk tindakan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk monitoring hama pasca panen dengan metode pengamatan langsung dan penggunaan perekat dan butiran atraktan hama di Gudang beras Bulog pada beberapa daerah. Pemantauan dilakukan adalah dengan metode langsung , tidak langsung serta metode pemantauan dengan menggunakan perangkap ataraktan. Pemantauan langsung dilakukan dengan menentukan lima titik sampel secara diagonal, masing-masing titik sampel berukuran 1×1 m dan kemudian memantau secara langsung semua serangga hama yang ditemukan. Sedangkan pemantauan tidak langsung dilakukan dengan cara mengambil sampel menggunakan probe sebanyak tiga kali pada setiap titik sampel dan beras yang terkumpul ditimbang sebanyak 300 gram kemudian dihitung populasinya pada beras tersebut. Pemantauan dengan menggunakan atraktan dari ekstrak jeringau dan minyak wijen dilakukan dengan menggunakan perangkap delta berbentuk segitiga yang terbuat dari kertas berperekat yang didalamnya berisi senyawa atraktan dan pellet atraktan. Perangkap tersebut digantung pada sisi permukaan stapel dengan penentuan titik penempatan secara diagonal. Titik sampel penempatan sebanyak 20 yaitu terdiri dari 5 titik sampel pada setiap sisi permukaan stapel beras. Pelaksanaan pengamatan dan perhitungan hama yang terperangkap dilakukan setiap tiga hari sekali sampai dengan tidak ditemukan lagi adanya penambahan hama yang terperangkap pada alat tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa dengan pemantauan secara langsung dan probe sebelum fumigasi populasi hama tertinggi adalah Cryptolestes, Tribolium, dan yang terendah adalah Psocids dan Rhyzopertha sedangkan pemasangan perangkap atraktan maka populasi yang ditemukan adalah tinggi pada Psocid dan tidak berbeda secara signifikan pada kedua jenis atraktan yang digunakan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Pemantauan, Atraktan, Hama pascapanen, Psocids, Cryptolestes
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Hama dan Peny. Tumbuhan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 03 Dec 2025 03:09
Last Modified: 03 Dec 2025 03:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51161

Actions (login required)

View Item
View Item