Menikam Karena Siri' : Suatu Tindakan Kriminalitas Di Masa Kolonial Sulawesi Selatan Tahun 1906-1942 = Stabbing For siri': an act of criminality in colonial South Sulawesi 1906-1942


HALIZAH, NUR (2025) Menikam Karena Siri' : Suatu Tindakan Kriminalitas Di Masa Kolonial Sulawesi Selatan Tahun 1906-1942 = Stabbing For siri': an act of criminality in colonial South Sulawesi 1906-1942. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F061211037-Cover.jpeg

Download (290kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F061211037-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (334kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F061211037-dp(FILEminimizer).pdf

Download (158kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F061211037-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 16 July 2027.

Download (908kB)

Abstract (Abstrak)

Nur Halizah, F061211037, “Menikam karena siri’ : suatu tindakan kriminalitas di masa kolonial Sulawesi Selatan tahun 1906-1942”, dibimbing oleh Amrullah Amir S.S., M.A., Ph.D. Penelitian ini membahas tindakan kekerasan berupa penikaman yang dilandasi oleh konsep siri’ dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Siri’ merupakan falsafah hidup yang berkaitan erat dengan rasa malu, kehormatan, harga diri dan tanggung jawab sosial yang apabila dicoreng atau dinodai, mendorong seseorang untuk melakukan pembalasan demi memulihkan kehormatan dan martabatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dua aspek utama yakni pertama, bentuk-bentuk penikaman yang terjadi sebagai ekspresi pembelaan terhadap siri’, termasuk perkara penghinaan, kasus silariang (kawin lari), pelanggaran terhadap kesopanan tubuh, konflik rumah tangga, hingga hubungan salimara atau incest. Kedua, mencakup sistem peradilan yang berlaku di masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya dalam melihat bagaimana hukum adat dan hukum kolonial memandang perbuatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup literatur arsip, surat kabar, laporan kolonial, dokumen resmi Adatrechtbundels serta buku dan artikel dalam jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan menikam karena siri’ dipandang sebagai bentuk pembelaan yang wajib dan sah secara adat. Pelaku tidak hanya dianggap benar dalam menjalankan tindakan tersebut, tetapi juga dihormati karena telah memenuhi kewajiban moral terhadap keluarga dan masyarakatnya. Meskipun demikian, pandangan ini bertolak belakang dengan perspektif hukum kolonial yang menganggap segala bentuk kekerasan sebagai tindak kriminal serius yang harus diproses secara hukum, tanpa memperhatikan konteks budaya yang melatarbelakanginya. Akibatnya, individu yang melakukan penikaman demi mempertahankan siri’nya kerap dianggap sebagai pelaku kejahatan dan dikenai sanksi hukum, meskipun dalam pandangan masyarakat adat, tindakan ini merupakan bentuk kehormatan dan pembelaan yang sah.

Keyword : siri’, Menikam, Sulawesi Selatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: siri', stabbing, South Sulawesi.
Subjects: P Language and Literature > PC Romance languages
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 01 Dec 2025 03:19
Last Modified: 01 Dec 2025 03:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51089

Actions (login required)

View Item
View Item