Analisis Kontribusi Pendapatan Kelompok Tani Hutan (KTH) Lemo di Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone = Analysis of Income Contribution of Forest Farmer Group (KTH) Lemo in Community Forest Area (HKm) Pattuku Village, Bontocani District, Bone Regency


ADRIANINGSIH, ANDI IRMA (2025) Analisis Kontribusi Pendapatan Kelompok Tani Hutan (KTH) Lemo di Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone = Analysis of Income Contribution of Forest Farmer Group (KTH) Lemo in Community Forest Area (HKm) Pattuku Village, Bontocani District, Bone Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
M011211235-W4pYUBTHu9JmebIi-20250618214953.png

Download (329kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011211235-1-2.pdf

Download (515kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211235-dp.pdf

Download (297kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011211235-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Program perhutanan sosial dengan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm), merupakan kawasan hutan yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat. Salah satu masyarakat yang memanfaatkan HKm untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka adalah masyarakat di Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sumber pendapatan, periodisitas pendapatan dan menghitung kontribusi HKm terhadap pendapatan usahatani KTH Lemo. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan analisis metode purposive sampling, sebanyak 28 responden dengan anggota aktif KTH Lemo yang terlibat langsung dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Hasil. Sumber pendapatan KTH Lemo di areal HKm yaitu getah pinus, madu hutan dan kopi. Pendapatan bulanan yang diperoleh dari penjualan getah pinus, sementara pendapatan tahunan berasal dari madu hutan dan kopi. Kontribusi pendapatan KTH Lemo di areal HKm terhadap total pendapatan usahatani sebesar 75%. Hal ini disebabkan perbedaan jumlah komoditi hasil hutan yang lebih beragam dan bernilai tinggi, frekuensi pemanenan yang lebih sering seperti getah pinus, serta luas areal pengelolaan per komoditi yang cenderung lebih besar dibandingkan lahan untuk usahatani. Kesimpulan. Kontribusi pendapatan HKm terhadap total pendapatan usahatani sebesar 75% dan 25% berasal dari usahatani. Hal ini menekankan pentingnya pengelolaan HKm dalam mendukung perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Hutan Kemasyarakatan, Kontribusi, Pendapatan
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 01 Dec 2025 02:58
Last Modified: 01 Dec 2025 02:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51081

Actions (login required)

View Item
View Item