NURHIDAYAH, ANDI (2025) Dampak Pemberian Izin Pengelolaan Hutan Terhadap Kesejahteraan Kelompok Tani Hutan Allaringnge, Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng = The Impact of Forest Management Permit on the Welfare of the Allaringge Forest Farmer Group in Watu Village, Marioriwawo Subdistrict, Soppeng Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211164-dpVATifyc6BJ5YNj-20250624140827.jpg
Download (18kB) | Preview
M011211164-1-2.pdf
Download (161kB)
M011211164-dp.pdf
Download (136kB)
M011211164-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 June 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan kerap menghadapi permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang kompleks, termasuk keterbatasan akses terhadap sumber daya hutan yang seharusnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2021, sebanyak 36,7% desa sekitar hutan di Indonesia masih tergolong miskin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan program Perhutanan Sosial, salah satunya dengan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm), yang memberikan akses legal kepada masyarakat dalam mengelola kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemberian izin pengelolaan hutan terhadap kesejahteraan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Allaringge di Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 35 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian izin Pengelolaan hutan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan, kepemilikan aset, serta penguatan aspek sosial dan relasi komunitas. Selain itu, masyarakat mengalami peningkatan akses terhadap lahan, kebebasan dalam memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, dan rasa aman dalam pengelolaan lahan. Walaupun demikian, ketahanan pangan masih dominan ditopang dari pembelian pangan, dan belum sepenuhnya bersumber dari hasil produksi sendiri karena keterbatasan topografi. Program ini juga meningkatkan kepuasan hidup masyarakat, meskipun mereka masih membutuhkan dukungan bibit dan alat pertanian. Secara keseluruhan, program perhutanan sosial memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan dan akses yang adil terhadap sumber daya hutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya optimalisasi dukungan lanjutan agar potensi kesejahteraan masyarakat hutan dapat terus ditingkatkan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perhutanan Sosial, HHBK, Kesejahteraan, Kth Allaringge |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 05:37 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 05:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51058 |
