Supply Chain Management (SCM) Produk Hasil Hutan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Jaya Pada Hutan Kemasyarakatan, Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare = Supply Chain Management (SCM) of Forest Products at the Alam Jaya Forest Farmer Group (KTH) in the Community Forest, Wattang Bacukiki Village, Bacukiki District, Parepare City


ABDULLAH, VIQRAM (2025) Supply Chain Management (SCM) Produk Hasil Hutan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Jaya Pada Hutan Kemasyarakatan, Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare = Supply Chain Management (SCM) of Forest Products at the Alam Jaya Forest Farmer Group (KTH) in the Community Forest, Wattang Bacukiki Village, Bacukiki District, Parepare City. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M011211159-9PboA5tYNcJ2RHS0-20250701193017.png

Download (366kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011211159-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011211159-dp.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M011211159-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 June 2027.

Download (10MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Supply Chain Management merupakan sebuah pendekatan untuk mengefisiensikan integrasi supplier agar barang yang diproduksi atau didistribusikan memiliki jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat, sehingga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Tujuan. Mengidentifikasi dan menganalisis Supply Chain Management (SCM) Produk Hasil Hutan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Jaya. Metode. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif yaitu metode analisis data yang digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan karakteristik dari suatu data atau fenomena yang diteliti secara sistematis. Hasil. HKm Alam Jaya mengembangkan komoditas kopi, kemiri, dan mete berdasarkan permintaan pasar. Setiap komoditas melalui proses pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah, yaitu kopi menjadi bubuk siap seduh, kemiri dikupas, dan mete dikeringkan sebelum dijual ke pedagang luar daerah. Keterbatasan kapasitas panen seringkali menyebabkan pasokan bahan baku tidak mencukupi, sehingga diperlukan pasokan tambahan dari luar daerah untuk menjaga stabilitas. Distribusi produk dilakukan melalui enam jalur, mulai dari penjualan langsung oleh petani hingga antarprovinsi, memastikan efisiensi dan optimalisasi nilai jual produk. Kesimpulan. Pengelolaan hasil hutan di HKm Alam Jaya mencerminkan pendekatan yang berkelanjutan dan strategis dalam memanfaatkan potensi komoditas lokal seperti kopi, mete, dan kemiri. Proses pengembangan produk mencakup berbagai tahap, mulai dari pemanenan, pengolahan, hingga pengemasan, untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Supply Chain Management; Mete; Kemiri; Kopi; Distribusi
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 28 Nov 2025 05:35
Last Modified: 28 Nov 2025 05:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51056

Actions (login required)

View Item
View Item