PUTRI M, BINTANG ALVIONI (2025) Identifikasi Morfologi Lanskap Terhadap Indeks Sensitivitas Ekologi di Daerah Aliran Sungai Suso dan Daerah Aliran Sungai Suli, Luwu, Sulawesi Selatan = Morphological Identification of Landscapes Based on Ecological Sensitivity Index in the Suso River Basin and Suli River Basin, Luwu, South Sulawesi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211155-s09XwKZQ4oatNRbS-20250529201922.jpg
Download (333kB) | Preview
M011211155-1-2.pdf
Download (668kB)
M011211155-dp.pdf
Download (98kB)
M011211155-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 May 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Lanskap dan morfologi adalah dua konsep yang terkait dalam analisis lingkungan dan geografi. Lanskap mengacu pada bentuk dan struktur fisik suatu wilayah, termasuk relief, bentuk, dan struktur lanskap yang terlihat di permukaan tanah. Morfologi pada gilirannya, mengacu pada ukuran dan bentuk suatu wilayah yang terkait dengan aspek geomorfologi, seperti topografi, bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS), pola aliran, kerapatan, dan penggunaan lahan. Sensitivitas mengacu pada kemampuan adaptasi suatu ekosistem terhadap perubahan lingkungan alam dan gangguan dari aktivitas manusia. DAS Suso dan DAS Suli terletak di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang memiliki potensi menjadi daerah yang rentan terhadap banjir yang dikarenakan aktivitas manusia yang berada di sekitar DAS ini, dari tahun ke tahun akan menyebabkan penurunan luasan tutupan lahan sehingga ekosistem DAS mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model indeks sensitivitas ekologi dan untuk mendapatkan indeks sensitivity ekologi di DAS Suso dan DAS Suli. Penelitian ini menggunakan metode Peincipal component analisys (PCA) untuk mendapatkan nilai indeks sensitivitas ekologi dengan menggunakan 5 parameter yaitu penutupan lahan, kemiringan lereng, kerapatan vegetasi, curah hujan dan jenis tanah. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa metode PCA pada DAS Suso mengidentifikasi parameter yang paling berpengaruh besar secara berturut-turut yaitu kemiringan lereng dengan nilai (0.931), penutupan lahan (0,764), kerapatan vegetasi (0,749), jenis tanah (0,715) dan curah hujan (0,690). Untuk DAS Suli hasil PCA mengidentifikasi parameter yang paling berpengaruh besar secara berturut-turut yaitu kerapatan vegetasi dengan nilai (0,866), kemiringan lereng (0,811), penutupan lahan (0,793), jenis tanah (0,721), dan curah hujan (0,687). Daerah yang paling mendominasi di DAS Suso dan DAS Suli yaitu kelas sensitivitas tinggi dengan luas 51,73% dari luas wilayah, sedangkan di DAS Suli memiliki luas 58,69% dari luas wilayah kajian dengan masing-masing DAS memiliki penutupan lahan hutan lahan kering, aktivitas pertanian dan tubuh air dengan kemiringan lereng curam hingga sangat curam, serta kerapatan vegetasi yang tinggi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sensitivitas ekologi, principal component analisys (PCA), DAS Suso dan DAS Suli |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 05:33 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 05:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51055 |
