AYU AMELIA, RESKI (2025) Efektivitas Saluran Pemasaran Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Gula Aren dan Madu Trigona di HKm Makkatuo Kelurahan Garassi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa = The Effectiveness of Marketing Channels for Non-Timber Forest Products (NTFPs) of Palm Sugar and Trigona Honey in the Makkatuo Community Forest (HKm), Garassi Subdistrict, Tinggimoncong District, Gowa Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211145-Ay2IwYSu0WJkcL93-20250624105856.jpg
Download (746kB) | Preview
M011211145-1-2.pdf
Download (375kB)
M011211145-dp.pdf
Download (236kB)
M011211145-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti gula aren dan madu Trigona memiliki potensi ekonomi yang tinggi bagi masyarakat pengelola hutan, namun efektivitas saluran pemasarannya masih perlu dianalisis lebih lanjut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, mengukur efisiensi pemasaran melalui marjin pemasaran dan farmer’s share, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas saluran pemasaran HHBK di HKm Makkatuo, Kelurahan Garassi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi literatur dan analisis kuantitatif menggunakan rumus marjin pemasaran dan farmer’s share. Saluran pemasaran gula aren di Kelurahan Garassi terdiri dari tiga saluran utama, yaitu: tingkat I (petani langsung ke konsumen), tingkat II (petani ke pedagang pengecer lalu konsumen), dan tingkat III (petani ke pedagang pengepul, pengecer, kemudian konsumen). Sedangkan untuk madu Trigona, terdapat dua saluran pemasaran, yaitu tingkat I (petani ke konsumen) dan tingkat II (petani ke pedagang pengecer ke konsumen). Analisis marjin pemasaran sebesar Rp 1.000 per kilogram untuk gula aren dan Rp 5.000 per 250 ml untuk madu Trigona. Farmer’s share tertinggi juga ditemukan pada saluran tingkat I, yakni 97,22% untuk gula aren dan 92,31% untuk madu Trigona. Selain itu, efisiensi pemasaran untuk kedua produk berada pada kisaran 0–33% di semua tingkatan. Saluran pemasaran gula aren ada III tingkatan dan madu trigona ada II tingkatan. Saluran pemasaran tingkat I merupakan saluran pemasaran yang paling efektif keduanya. Marjin pemasaran rendah dan farmer’s share yang tinggi akan memberikan keuntungan yang lebih baik untuk petani gula aren dan peternak madu. Efesiensi pemasaran pada kisaran 0-33% menandakan sistem pemasaran telah berjalan efisien karena biaya pemasaran relatif kecil dibandingkan keuntungan yang diperoleh. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas saluran pemasaran meliputi usia, pendidikan, dan pengalaman.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Efisiensi pemasaran, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), Saluran pemasaran |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 05:24 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 05:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51052 |
