ANJASARI, MUTMAINNAH SRI (2025) KEAMANAN DATA DALAM PROGRAM SERTIPIKAT TANAH ELEKTRONIK = DATA SECURITY IN THE ELECTRONIC LAND CERTIFICATE PROGRAM. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
B022211026-JiLmGhvUgF6s5P7u-20250813204150.png
Download (134kB) | Preview
B022211026-1-2.pdf
Download (466kB)
B022211026-dp.pdf
Download (175kB)
B022211026-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Mutmainnah Sri Anjasari (B022211026). Dengan judul “Keamanan Data Dalam program Sertipikat Tanah Elektronik.” Dibimbing Oleh Aulia Rifai. Latar belakang, Masalah kepemilikan tanah di Indonesia sering kali diwarnai oleh sengketa dan tumpang tindih hak, yang dapat menimbulkan konflik antara individu dan kelompok. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menerbitkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik, yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan dan kepastian hak atas tanah. Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari penerapan sertifikat tanah elektronik serta mengevaluasi penyelesaian masalah jika terjadi keluhan dari Masyarakat terkait kebocoran data pribadi. Metode, Penilitian ini adalah penilitian hukum empirirs yang dilakukan di tiga daerah yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan diantaranya Kota Makassar, Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa dengan menggunakan metode acak yang di ambil dari 100 orang pengguna e-elektronik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap sertifikat elektronik dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil, Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Program Sertifikat Tanah Elektronik yang dikelola oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional telah mengimplementasikan langkah-langkah strategis dalam perlindungan data pribadi, antara lain dengan penerapan teknologi blockchain, tanda tangan elektronik, dan sistem Two-Factor Authentication (2FA). (2) Terkait penyelesaian keluhan masyarakat mengenai kebocoran data pribadi, Kementerian ATR/BPN telah menyediakan mekanisme pengaduan, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta menindaklanjuti laporan melalui proses investigasi internal yang melibatkan kerja sama dengan instansi terkait. Kesimpulan, Sertifikat Tanah Elektronik adalah perkembangan yang menjanjikan dalam administrasi pertanahan, mendorong transparansi, keamanan, dan kepercayaan publik, sementara juga menyoroti perlunya perbaikan berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat. Kata Kunci: E-Sertipikat, Sengketa Pertanahan, Keamanan Data, Pemegang Hak Atas Tanah.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KODEPRODI74102#KENOTARIATAN - S2 |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Kenotariatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 03:45 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 03:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51049 |
