DANIL, MUHAMMAD (2025) Analisis Perbandingan Biodiversitas Serangga Nokturnal Di Hutan Pinus Wisata Dan Non-Wisata Moncong Sipolong, Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan = Comparative Analysis of Nocturnal Insect Biodiversity in Moncong Sipolong Tourist and Non-Tourist Pine Forest, Bissoloro Village, Bungaya District, Gowa Regency, South Sulawesi Province. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211084-G8DTBanwfLek12vM-20250616170811.jpeg
Download (777kB) | Preview
M011211084-1-2.pdf
Download (632kB)
M011211084-dp.pdf
Download (150kB)
M011211084-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan dan kestabilan suatu ekosistem. Serangga sebagai salah satu kelompok fauna yang sangat beragam memiliki peran penting dalam berbagai proses ekologi seperti penyerbukan, dekomposisi, serta sebagai bagian dari rantai makanan. Serangga nokturnal (aktif di malam hari) memegang peranan tersendiri karena sering kali kurang terpantau namun berkontribusi besar terhadap keseimbangan ekosistem, terutama dalam sistem hutan. Tujuan. Mengetahui perbandingan keanekaragaman serangga nokturnal di kedua tipe habitat tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Februari 2025 di hutan pinus Moncong Sipolong. Metode. Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan light trap dan pitfall trap. Analisis data yang digunakan yaitu Indeks keanekaragaman jenis Shannon-Wienner (H’), indeks kekayan jenis Margalef (Dmg), indeks kemerataan Evennes dan indeks dominansi jenis, Hasil. Kelimpahan individu serangga nokturnal yang lebih tinggi (873 individu) dibandingkan dengan area non-wisata (495 individu). Sebaliknya, indeks keanekaragaman (3,00), kekayaan jenis (8,22), dan kemerataan individu (0,76) serangga nokturnal justru menunjukkan nilai tertinggi pada area non-wisata. Sementara itu, indeks dominansi serangga nokturnal menunjukkan nilai yang sama dan tergolong tinggi (1,00) pada kedua lokasi penelitian. Kesimpulan. Area wisata hutan pinus memiliki kelimpahan individu serangga nokturnal yang lebih banyak, sementara area non-wisata memiliki keanekaragaman, kekayaan, dan kemerataan serangga nokturnal yang lebih tinggi. Kedua area tersebut menunjukkan tingkat dominansi serangga nokturnal yang sama, yaitu tinggi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Serangga nocturnal; keanekaragaman; hutan pinus wisata; dan non-wisata |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 05:21 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 05:21 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51048 |
