AMBA DATU, LORENSIA (2025) KELIMPAHAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA TANAMAN KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) DAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) PADA LAHAN AGROFORESTRI DI KELURAHAN BOKIN, KECAMATAN RANTEBUA, KABUPATEN TORAJA UTARA = The Abundance of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) on Robusta Coffee Plants (Coffea canephora) and Arabica Coffee (Coffea arabica) in Agroforestry Land in Bokin Village, Rantebua District, North Toraja Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
M011211042-PzjFH7nwcpWbVf6h-20250703161655.png
Download (287kB) | Preview
M011211042-1-2.pdf
Download (350kB)
M011211042-DP.pdf
Download (166kB)
M011211042-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 November 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Agroforestri merupakan salah satu cara untuk mengatasi kebutuhan lahan pertanian tanpa merusak lingkungan. Sistem ini menggabungkan tanaman kopi dengan pohon penaung untuk menjaga kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Agar tumbuh optimal, tanaman kopi membutuhkan pemupukan yang tepat. Penggunaan pupuk kimia berlebihan dapat merusak tanah, sehingga dibutuhkan alternatif seperti Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) yang membantu tanaman menyerap air dan unsur hara seperti fosfor, nitrogen, dan kalium dari tanah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah spora dan jenis- jenis mikoriza yang berasosiasi dengan tanaman kopi arabika (C. arabica) dan robusta (C. chanefora) di Kelurahan Bokin, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Metode. Pengumpulan data dilakukan melalui metode purposive sampling dengan mengambil sampel tanah pada pada sekitar perakaran kopi dengan jarak 50-100 cm pada pangkal batang kopi dengan kedalaman 0-20 cm. Analisis laboratorium dilakukan ekstraksi spora, identifikasi spora, pengamatan spora, dan analisis data. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan dan keragaman spora FMA pada tanaman kopi arabika dan robusta didominasi oleh genus Glomus, khususnya Glomus sp1. Kepadatan, keragaman, kelimpahan relatif, dan frekuensi relatif spora lebih tinggi pada kopi robusta dibandingkan kopi arabika. Faktor lingkungan seperti pH tanah, kandungan nitrogen, fosfor, kalium, bahan organik, serta KTK berperan penting dalam memengaruhi perkembangan dan distribusi FMA. Tanah dengan pH masam, unsur hara yang rendah, dan nilai KTK sedang mendukung perkembangan FMA, khususnya genus Glomus, yang memiliki kemampuan adaptasi lebih tinggi dibandingkan Acaulospora. Kesimpulan. Penelitian ini di ketahui jumlah spora pada kebun kopi arabira sebanyak 226 spora dan di kebun kopi robusta sebanyak 355 spora. Jadi total seruh jumlah spora yang ditemukan 581 spora dengan tujuh jenis spora, dua genus yang berasosiasi degan kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea Chanefora) yaitu Glomus sp1, Glomus sp2, Glomus sp3, Glomus sp4, Glomus Sp5, Acaulospora sp1 dan Acaulospora sp2. Glomus merupakan jenis paling dominan yang ditemukan pada sampel tanah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kopi arabika, kopi robusta, Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA), Agroforestri. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 28 Nov 2025 01:45 |
| Last Modified: | 28 Nov 2025 01:45 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/51041 |
